KULON PROGO - Kontingen Kabupaten Kulon Progo siap menargetkan puluhan emas dalam Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2025.
Walau dengan anggaran yang minimalis, National Paralympic (NPC) Kulon Progo semangat berkompetisi di Gunungkidul nanti.
Ketua National Paralympic Comitee (NPC) Kulon Progo Widi Nuryanto menjelaskan, pihaknya siap melakoni kompetisi di Gunungkidul.
Peparda ke IV akan diselenggarakan selama seminggu, mulai 23-30 Agustus 2025.
"Sebenarnya ada 65 atlet yang kami siapkan, namun yang lolos hanya 57 atlet," ucap Widi, saat ditemui awak media usai pelepasan atlet di Kalurahan Sendangsari, Selasa (12/8/2025).
Widi menyampaikan, NPC Kulon Progo menyiapkan 57 atlet untuk berkompetisi di 10 cabang olahraga.
Pihaknya sebenarnya menargetkan semua cabor atau 11 cabor dapat terisi.
Namun, karena kurang memenuhi kualifikasi hanya 10 cabor yang dapat terisi. Cabor yang tak terisi ada goalball tuna netra.
Pihaknya mantap berkompetisi dalam Peparda 2025.
Lantaran, selama enam bulan terakhir atlet telah digembleng dengan pelatihan.
Harapannya, atlet dapat memberikan hasil yang optimal.
Peparda tahun ini, pihaknya menarget 24 emas, 26 perak, dan 21 perunggu.
Target ini, dipastikan lebih tinggi dibanding perolehan medali di Peparda sebelumnya yang hanya memperoleh 17 medali emas.
Beberapa cabor yang diunggulkan adalah, cabor anggar kursi roda, bochia, dan teni meja kursi roda.
"Ada kendala yang kami alami, baik anggaran atau sarpras," ungkapnya.
Untuk membidik prestasi lebih baik, pihaknya masih kesulitan dalam memperoleh akses anggaran.
Hibah untuk NPC Kulon Progo di tahun 2025, berkisar Rp 250 juta. Hal itu dirasa menjadi batu hambatan untuk memaksimalkan potensi atlet.
Selain itu, kendala sarpras juga membuat pelatihan atlet kurang maksimal.
Lapangan latihan untuk kaum difabel khususnya olahraga berbasis kursi roda belum representatif.
Jika dibandingkan daerah lain, dari segi anggaran dan sarpras, Kulon Progo jauh di bawah rata-rata.
Akan tetapi, pihaknya berusaha memaksimalkan anggaran yang diperoleh dari hibah pemkab.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengakui anggaran hibah ke NPC memang tak sesuai harapan.
Lantaran, kondisi keuangan daerah tak memungkinkan untuk hibah terlalu besar di sektor olahraga.
Hal ini juga berlaku di daerah lain dengan struktur anggaran yang mirip.
"Bukan berarti perhatian pemkab yang turun, tetapi karena faktor kemampuan keuangan daerah," ucapnya.
Agung menegaskan, pemkab tetap memberikan perhatian ke sektor olahraga.
Pihaknya meminta agar atlet tetap bersemangat dalam Peparda dengan keterbataaan yang ada.
Jika kemampuan daerah telah dirasa cukup, dirinya akan memastikan sektor olahraga turut menjadi prioritas. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva