Bukan terpasang di truk, bendera serial anime itu justru dipasang di perahu nelayan Pantai Congot sebagai penanda.
Nelayan Pantai Congot Nur Ahmad mengaku sengaja memasang bendera One Piece.
Pemasangan telah dilakukan sebelum munculnya tren pengibaran bendera Joll Roger.
"Total ada enam perahu dari Pantai Congot yang dipasang bendera One Piece," ucap Ahmad, Minggu (10/8).
Ahmad menjelaskan, brndera yang identik berlatar hitam dengan simbol topi jerami dibeli dari market place dengan harga murah.
Harga bendera itu, dibanderol Rp 30 ribu dnegan ukuran yang bervariasi. Diantaranya 60 cm x 90 cm, ataupun 120 cm x 150 cm.
Pemasangan bendera itu diklaim tak ada maksu terselubung, atau bahkan niatan untuk makar.
Justru selain mengikuti tren, memasang bendera one piece digunakan untuk mengenali kapal.
Pasalnya, nelayan Pantai Congot biasanya melaut bersamaan.
Saat di tengah laut, bendera One Piece bisa menjadi penanda rekan yang berasal dari pantai yang sama.
Selama ini, saat di laut nelayan kesulitan mengenali perahu.
Perahu kecil, dengan tulisan di bagian bawah membuat nelayan sulit mengenali teman sejawat.
"Benderanya bisa menjadi penanda, nelayan yang asalnya dari wilayah yang sama," ungkapnya.
Tentu tanda itu cukup banyak berfungsi. Jika ada nelayan yang mengalmi masalah di laut, nelayan lain bisa saling membantu.
Tujuannya, agar sesama nelayan asal Congot dapat pulang dengan selamat secara bersama-sama.
Selain digunakan nelayan setempat, jauh dari wilayah pesisir, Ahmad juga menemukan bendera yang sama terpasang di kapal salah satu nelayan asal Jawa Tengah.
Mereka juga mencari ikan di wilayah selatan Kulon Progo.
Pemasangan bendera One Piece di perahu justru memantik penasaran pengunjung Pantai Congot.
Salah satu pengunjung Pantai Congot asal Boyolali, Priyanto justru antusias melihat kapal yang dipasangi bendera One Piece.
"Dari jauh benderanya sudha kelihatan, jadi penasaran langsung jalan ke sini," ungkapnya.
Menurutnya, pemasangan bendera One Piece tak perlu dipermasalahkan. Pasalnya, pemasangan bendera sebagai bentuk ekspresi masyarakat. (gas)
Editor : Bahana.