KULON PROGO - SDN Percobaan 4 telah resmi beroperasi di tahun ajaran baru 2025/2026. Baru diresmikan secara seremonial, justru bangunan sekolah dasar itu terlihat kusam.
Plafond berjamur, cat kusam, dan kekurangan fasilitas nampak terlihat di sejumlah sisi.
Pantauan Radar Jogja, menemukan kondisi bangunan SDN Percobaan 4 masih memerlukan perbaikan minor.
Pasalnya, plafon di beberapa sudut sekolah telah ditumbuhi jamur hitam.
Selain itu, bercak air hujan juga tertemprl jelas di plafon. Dinding sambungan penghubung antar kolom juga mengalami keretakan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Wahyudi menyampaikan, kerusakan bukan tanpa sebab.
Gedung SDN Percobaan 4 cukup lama tidak digunakan. Lantaran, pembangunan dilakukan secara bertahap.
"Pembangunan sekolah ini terbagi lima tahap, membuat bangunannya tidak langsung digunakan," ucap Nur Wahyudi, Minggu (10/8).
Pembangunan sekolah yang dilakukan sejak 2018, membuat bangunan tentu mengalami kerusakan.
Akan tetapi, kerusakan masih bersifat minor dan tak membahayakan penghuni sekolah. Kerusakan seperti cat kusam, dan plafon berjamur masih bisa dilakukan perbaikan.
Nur menegaskan, perbaikan akan dilakukan secara bertahap.
Namun, tidak untuk tahun ini. Pasalnya, anggaran telah belum dialokasikan di tahun ini, dan berkemungkinan baru terealisasi tahun depan.
"Memang perlu perbaikan, kalau operasional sudah berjalan, sekarang fokus ke pengadaan fasilitas," ucapnya.
Pihaknya kini sedang befokus melakukan pengadaan fasilitas penunjung kegiatan belajar mengajar (KBM) secara bertahap.
Lantaran, beberapa fasilitas seperti tempat tidur di UKS masih belum ditemui.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan, kerusakan berupa cat kusam masih tergolong wajar.
Pasalnya, bangunan telah lama tak ditinggali, akan tetapi nantinya tetap akan dibenahi dengan berjalannya waktu.
"Tidak terburu-buru, melihat anggaran yang ada," ucap Agung.
Agung justru menyoroti perihal fasilitas yang belum dilengkapi. Sebenarnya fasilitas telah ada di sekolah tersebut.
Akan tetapi, belum ditata sesuai dengan fungsinya. Saat berkeliling di sekolah itu, dirinya menemukan tempat tidur di ruang UKS yang belum ditata.
Beberapa fasilitas penunjang ibadah juga perlu penataan. Terutama fasilitas belajar agama bagi non muslim yang ikut belum ditata.
Kendati begitu, dirinya menegaskan fasilitas hanya perlu penataan tanpa ada pembenahan.
Dengan beroperasionalnya sekolah itu, pihaknya berharap masyarakat dapat memanfaatkan sekolah.
Bangunan dan infrastruktur baru diharapkan dapat meningjatkan kualitas pendidikan. (gas)
Editor : Bahana.