KULON PROGO - Penyaluran bantuan pangan dari pemerintah pusat terus dilakukan.
Total penerima bantuan di Kulon Progo sebanyak 50.471 orang dengan jumlah alokasi beras sekitar 1.000 ton.
Terbagi 2.453 penerima di Kapanewon Temon.
Kapanewon Kokap (4.877), Nanggulan (3.824), Girimulyo (3.613), Lendah (5.323), Wates (3.564), Kalibawang (3.535), Sentolo (5.817), Samigaluh (4.091), Galur (3.465), Pengasih (5.710), dan Panjatan (4.199).
Pemkab Kulon Progo berharap bantuan pangan tak bertambah di tahun selanjutnya.
Pasalnya, pemberian bantuan merupakan cerminan tingkat kemiskinan.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan, data penerima bantuan pangan telah tepat sasaran.
Lantaran, menggunakan data terpadu sosial ekonomi nasional (DTSEN) yang menggabungkan beberapa data sekaligus.
Dipastikan data tersebut telah sesuai kondisi lapangan, dan tepat sasaran.
"Kriterianya sudah ditentukan, yang boleh menerima siapa saja berdasarkan data lintas sektor," ucap Agung, saat ditemui Radar Jogja usai peninjauan bantuan pangan di Balai Kalurahan Sendangsari, Selasa (5/8/2025).
Agung membenarkan tak semua warga Kulon Progo mendapatkan bantuan pangan.
Tentunya kondisi itu bukan tanpa dasar.
Pemberian bantuan pangan harus didasarkan pada data yang ada.
Secara sederhana, DTSEN didasarkan beberapa faktor atas hasil sensus.
Salah satunya pengeluaran per kapita kurang dari Rp 438 ribu per bulan.
Tentunya, kondisi itu dapat merubah data penerima manfaat bantuan pangan.
KPM yang sebelumnya mendapat bantuan, bisa saja di tahun ini tak mendapat bantuan.
Secara tidak langsung, penerima dinyatakan kategori sejahtera.
"Yang menjadi kendala sebenarnya, tidak layak menerima tapi minta menerima," ungkapnya.
Menurutnya, semakin sedikit penerima bantuan pangan semakin sejahtera masyarakat. Pasalnya, bantuan pangan merupakan cermin kemiskinan di daerah dan menjadi pekerjaan rumah bagi pemkab.
"Jangan, semakin sedikit menerima menunjukkan Kulon Progo sudah tidak miskin lagi," ungkapnya.
Agung berharap, bantuan pangan bisa terus berkurang dari tahun ke tahun.
Tentunya, berkurangnya jumlah bantuan sejalan dengan tingkat kesejahteraan masayrakatnya.
Dalam hal ini, pemkab juga berupaya melakukan pengentasan kemiskinan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Agus Setiawan menjelaskan, bantuan pangan berasal pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Penyaluran bantuan akan digelar secara bertahap setiap kapanewon.
"Total ada 50.471 penerima bantuan pangan, tersebar di 12 kapanewon," ucap Agus.
Menurutnya, bantuan pangan merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi beban kebutuhan masyarakat.
Di tengah fluktuasi harga pasar, dan daya beli masyarakat yang turun, pemerintah berharap bantuan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
Bantuan pangan berupa beras ini, disalurkan melalui Bulog.
Setiap keluarga penerima manfaat yang didasarkan data DTSEN, akan ditetapkan sebagai penerima bantuan pangan.
Biasanya penerima masuk kategori desil satu dan dua.
Pada tahun 2025 ini, periode panyaluran bantuan dilakukan untuk bulan Juni dan Juli. Setiap bulannya penerima mendapat 10 kilogram beras.
Sehingga, pada periode penyaluran Juni Juli beras yang diterima sekitar 20 kilogram.
Beras bantuan juga tergolong layak konsumsi, karena masuk kategori beras medium. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva