Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Ingin Kulon Progo Dicap Memiliki Pengangguran Tinggi, Bupati Agung Setyawan Minta Telusuri Lulusan Warga Pengangguran

Anom Bagaskoro • Selasa, 5 Agustus 2025 | 22:42 WIB
Warga mengantre melamar lowongan kerja di Kulon Progo.
Warga mengantre melamar lowongan kerja di Kulon Progo.

KULON PROGO - Tak ingin dicap sebagai daerah dengan pengangguran tertinggi, Pemkab Kulon Progo melakukan penelusuran lulusan SMA/SMK Sederajat.

Keputusan ini dilontarkan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan dalam rapat kordinasi (rakor) dengan Dinas Tenaga Kerja dan Balai Pendidikan Menengah.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, angka pengangguran di Bumi Binangun sebenarnya tergolong rendah.

Dari data statistik, angka pengangguran masih berada di bawah rata-rata nasional ataupun Provinsi DIY.

"Tingkat pengangguran sebenarnya tidak banyak, tapi masih banyak yang menyebarkan informasi pengangguran yang tinggi," ucap Agung, Selasa (5/8/2025).

Agung menyampaikan, informasi terkait penganguran tinggi membentuk opini masyarakat.

Membuat Kulon Progo dicap sebagai daerah dengan pengguran tinggi.

Padahal data statistik tak menunjukkan hal yang sama.

Pembentukan opini itulah, yang membuat masalah pengangguran tak selesai pengentasannya.

Padahal upaya pemkab dalam mengentaskan angka pengangguran tergolong cepat.

Lantaran, ketugasan pemkab adalah menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat melalui beberapa program.

Kendati masalah pengangguran terkedan dibesar-besarkan, Agung tetap meminta Disnaker Kulon Progo menurunkan presentase pengangguran.

Salah satunya dengan cara penelusuran lulusan SMA/SMK Sederajat, berkolaborasi dengan Balai Dikmen Kulon Progo.

"Lulusan yang masih menganggur harus ditelusur, dan dihubungi satu per satu," ungkapnya.

Penelusuran lulusan menganggur diharapkan memberikan data yang valid.

Data itu menjadi acuan pemkab dalam mengentaskan pengangguran dengan penyiapan beberapa program ke depannya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kulon Progo Bambang Sutrisno menyampaikan, data pihaknya pengangguran pada 2024 mencapai 1,95%.

Akan tetapi, data BPS menunjukkan tingkat pengangguran mencapai 2,01%.

"Sesuai arahan, kami segera melakukan penelusuran," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Bamsut itu, mengaku segera melakukan pendataan lulusan SMA/SMK Sederajat.

Penelusuran akan menggunakan metode by name by adress.

Tujuannya data tingkat pengangguran akurat, agar menjadi acuan pembentukan program selanjutnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#warga #bupati #Kulon Progo #Agung Setyawan #Pengangguran Balikpapan #Lulusan