KULON PROGO - Kalurahan Salamrejo memiliki cara unik dalam mengembangkan potensi pangan.
Sebagai daerah yang dikenal dengan ciri khas jagungnya, kalurahan menggelar festival pangan mengangkat hilirisasi produk jagung.
Lurah Salamrejo Dani Pristiawan menjelaskan, pihaknya ingin mengenalkan kembali tanaman pangan jagung.
Dulunya, kalurahan yang masuk wilayah administrasi Kapanewon Sentolo ini terkenal sebagai penghasil jagung.
"Kalurahan kami dulunya merupakan penghasil jagung di Kulon Progo," ucap Dani, saat ditemui Radar Jogja di lapangan Salamrejo, Minggu (3/8/2025).
Namun, seiring berjalannya waktu, tanaman pangan jagung mulai tergantikan oleh beras sebagai makanan kebutuhan pokok.
Dari situ, petani jagung semakin sedikit.
Padahal, jagung memiliki keunggulan dibandingkan beras.
Salah satunya sebagai pangan dengan indeks glikemik sedang, cocok dikonsumsi penderita diabetes.
Festival yang diselenggarakan di Lapangan Salamrejo itu, menghadirkan aneka produk maupun olahan makanan siap santap berbahan jagung.
Salah satu yang menjadi olahan unggulan adalah onde-onde jagung.
Onde-onde ini terbuat dari tepung jagung, dengan baluran wijen di atasnya membuat kudapan ini menjadi salah satu oleh-oleh khas Salamrejo.
"Selain jagung, kami juga ingin menunjukkan kegiatan 20 KWT asal kalurahan kami," ujarnya.
Dani menyampaikan, festival menjadi ajang ketangkasan KWT dalam mengolah panen jagung.
Selain itu, KWT juga mendirikan stand pada festival untuk menunjukkan hasil panen dari KWT.
Festival yang digelar mulai 2 hingga 3 Agustus itu juga ditutup dengan pembagian jagung bakar gratis.
Tentu acara itu, ditunggu masyarakat banyak. Ada ribuan masyarakat yang ikut berdatangan menyemarakkan festival itu.
Sebelumnya, dalam pembukaan festival, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko hadir sekaligus membuka kegiatan.
Pasalnya, pangan alternatif juga harus disosialisasikan ke masyarakat luas.
"Produk-produk masayarakat Salamrejo sudah memiliki identitas, mari kita dorong agar bisa menembus pasar," ujarnya.
Ambar menjelaskan, festival diharapkan mampu mengenalkan produk asli Salamrejo.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen, agar produk lokal bisa menembus pasar nasional hingga global.
Ambar mencontohkan, produk onde-onde bisa dipasakan ke Tomira. Tentunya kualitas produk perlu ditingkatkan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva