KULON PROGO - Tak hanya terjadi di SMPN 3 Wates, keracunan juga ditemui di SMP Muhammadiyah 2 Wates.
Sejak tengah malam, ada puluhan siswa kesakitan dengan gejala diare.
Salah satu siswa SMP Muhammadiyah 2 Wates Fadil Altaf mengaku kesakitan sejak kemarin.
Sakit berupa diare dan trauma di bagian perut membuat dirinya tak bisa tidur dengan nyenyak.
"Mulai sakit tengah malam tadi," ucap Fadil, saat ditemui awak media di SMP Muhammadiyah 2 Wates, Kamis (31/7/2025).
Fadil mengaku, sakit perut mulai dirasakan sejak sepulang sekolah, Rabu (30/7/2025) silam.
Dia terus bolak-balik ke toilet.
Sakitnya semakin menjadi-jadi akibat diare.
Sempat berkomunikasi dengan temannya, Fadil menyebutkan teman sekelasnya juga mengalami hal yang sama.
Hal ini membuatnya semakin yakin, bahwa ia keracunan makanan usai mengkonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) di sekolah.
"Setelah konsumsi MBG tidak merasakan apapun. Tapi sepulang sekolah saya merasakan sakit perut," ujarnya.
Fadil mengaku, saat menkonsumsi MBG dirinya tak merasakan gejala apapun.
Bahkan lauk berupa nasi, ayam, dan tahu habis dimakan.
Dari segi rasa, dirinya juga tak mencurigai makanan itu. Namun, setelah beberapa jam mulai terasa dampaknya.
Hal sama juga diungkapkan siswa lain, Dias Ari.
Dirinya juga mengalami mual, muntah hingga diare.
Karena sakit dirinya tak bisa beraktivitas seperti biasanya.
Saat di sekolah, kesakitan juga muncul mengakibatkan gangguan saat kegiatan belajar mengajar.
Saat dikonfirmasi Radar Jogja, pihak SMP Muhammadiyah 2 Wates enggan berkomentar.
Mereka tak ingin berkomentar, lantaran memiliki MOU atau perjanjian dengan SPPG ataupun dinas kesehatan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva