KULON PROGO - Ratusan anak muda di Bumi Binangun mengikuti deklarasi bersih narkoba, di Balai Kalurahan Wahyuharjo, Kapanewon Lendah, Selasa (29/7/2025).
Deklarasi ini menekankan upaya pencegahan peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan anak muda.
"Ini adalah komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan anak muda," ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY Brigjen Pol Andi Fairan dalam paparannya mengenai bahaya narkoba, Selasa (29/7/2025).
Deklarasi, menjadi sarana menegakkan komitmen dengan upaya sosialisasi dan edukasi.
"Sosialisasi menjadi langkah tepat untuk mencegah penggunaan dan peredaran," imbuh Andi.
Deklarasi ini diinisiasi DPD RI ini dan di ikuti 100 anak muda dari berbagai segmen.
Di antaranya, anak sekolah, karang taruna, dan mahasiswa.
Mereka menjadi sasaran dalam kegiatan ini.
Bentuk materi yang disampaikan juga beragam.
Seperti, pemahaman terkait narkotika, penyalahgunaan, dampak negatif, hingga pemberantasan narkoba.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian deklarasi dan penandatanganan komitmen anak muda.
Andi menyampaikan, kalangan muda menjadi fokus, lantaran, potensi terpapar narkoba kalangan muda cukup besar.
Alasan paling utama terkait pergaulan bebas.
Di sini menjadi tonggak awal konsumsi narkoba di kalangan pelajar.
"Data kami menunjukkan, mahasiswa merupakan urutan ketiga konsumen narkoba," ujarnya.
Data BNNP DIY, kalangan muda khususnya mahasiswa menjadi target konsumen narkoba.
Pola peredaran awalnya berasal dari teman dekat atau pacar.
Survey BNNP menunjukkan, pengguna narkoba mengenal barang haram itu 84,5% berasal dari teman atau pacar.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan anak muda mampu membentengi diri.
Terutama untuk menolak ajakan konsumsi narkoba.
Selain itu, anak muda juga diajak menjadi agen pencegahan narkoba.
Sementara itu, peserta deklarasi Wifqi Tamzis mengaku gusar dengan fenomena narkoba di kalangan anak muda.
Bukan tanpa sebab, dirinya bisa saja menjadi korban selanjutnya.
Mengingat kabar terbaru, peredaran narkoba sudah mencapai lingkungan kampus.
"Sebagai mahasiswa tentu khawatir, karena bisa saja menjafi korban selanjutnya," ungkapnya.
Wifqi menyampaikan, sosialisasi dianggap memberikan pengetahuan.
Khususnya pada bahaya penyalahgunaan narkoba, dari segi kesehatan.
Bahaya dari sisi kesehatan yang disampaikan, cukup banyak membangun kesadaran untuk tak menjadi pengguna narkoba. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva