KULON PROGO - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2025 kembali digelar, Sabtu (26/7). Ratusan peserta perwakilan 12 kapanewon bersaing untuk menjadi yang terbaik. Namun, penekanan pembentukan karakter juga bisa didapat di sini.
Kepala Kantor Kemnterian Agama (Kankemenag) Kulon Progo Wahib Jamil menyampaikan, tuan rumah penyelenggaraan MTQ 2025 adalah Kapanewon Galur.
Bertempat di Lapangan Sewugalur, Kalurahan Karangsewu MTQ telah digelar dalam waktu sehari.
"Total peserta ada 359 orang berasal dari 12 khafilah perwakilan kapanewon," ucap Wahib, saat ditemui Radar Jogja usai pembukaan, Sabtu (26/7).
Wahib menyampaikan, ada 12 cabang lomba yang dipertandingkan di MTQ.
Di antaranya, tartil, tilawah anak, tilawah remaja, tilawah dewasa, syarhil, fahmil, hifdzil, khat hiasan mushaf, khat dekorasi, khat kontemporer, dan khat naskah.
Selain kompetisi, MTQ menjadi sarana pembentukan karakter. Lantaran, mata lomba terinspirasi dari Al Quran yang menjadi bekal umat Islam.
Melalui media kompetisi yang menyenangkan, peserta dari beragam umur bisa memaknai Al Quran. Outputnya membentuk karakter penerus bangsa yang berwawasan Al Quran dan berperilaku baik.
Hal ini juga disoroti, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko. Menurutnya, MTQ bukan sekedar ajang kompetisi biasa.
Melainkan juga prpses pembentukan karakter. Lantaran, peserta dapat memaknai isi kitab suci dengan cara yang sesuai dengan kesukaan mereka.
"Misalnya kaligrafi, tidak hanya menyalin mushaf tetapi juga memaknasi isi setiap ayatnya," ucap Ambar.
Ambar menyampaikan, MTQ tingjat kabupaten juga menjadi sarana memilih bibit unggul. Lantaran, jenjang kompetisi MTQ bisa setingkat nasional.
Sehingga pemilihan generasi penerus diperlukan, untuk mewakili Bumi Binangun. Bukan tak mungkin, akan ada Qori yang mendunia berasal dari Kulon Progo.
Menurutnya, salah satu ajang lomba yang menafik adalah khat atau kaligrafi. Lantaran, beberapa cabang lomba tak hanya menyalin mushaf Al Quran, melainkan juga menambahkan dekorasi di sekeliling ayat suci. Di sini, tak hanya ketepatan tulisan, keindahan juga dinilai dalam dekorasi.
Salah satu peserta khat dekorasi Putra Citra Nur Tresna asal Kapanewon Kalibawang mengaku antusias mengikuti khat.
Lantaran, bukan sekedar menuliskan mushaf tetapi bisa menyalurkan hobi menggambarnya. Berbekal kuas dan cat minyak dirinya mendekorasi sekeliling ayat suci yang sebelumnya ditulis.
"Persiapan satu bulan, dari situ ternyata bisa menghafal satu surat," ujarnya.
Untuk mempersiapkan lomba, Putra mengaku berlatih hanya dalam waktu satu bulan. Selama itu, berulang kali dirinya menuliskan surat Al-Qadr. Dari situ, justru hafalan surat pendeknya semakin beetambah tanpa disadari. Lantaran, setiap tulisannya selalu diulang-ulang. (gas)
Editor : Bahana.