KULON PROGO - Puluhan petani muda asal Bumi Binangun menerima pelatihan terkait pemasaran produk pertanian agar tembus ke pasar modern.
Acara ini digelar Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo.
Kepala Dispertapa Kulon Progo Drajat Purbadi menyampaikan, pelatihan digelar pada 23-24 Juli di Kalurahan Kulwaru.
Petani milenial di Kulon Progo mendapat pelatihan dengan fokus digital marketing.
Tujuannya, untuk memasarkan hasil pertanian dengan optimal.
"Pelatihan dilakukan selama dua hari, ada sebanyak 50 petani milenial," ucap Drajat, saat ditemui awak media di kantornya, Jumat (25/7/2025).
Drajat menyampaikan, pelatihan digital marketing menggambarkan potensi hasil dari penjualan panen.
Dalam penjualan hasil panen, petani milenial memiliki ceruk pasar tersendiri.
Lantaran, petani milenial memiliki komoditas yang jarang ditanam pada pertanian modern.
Pelatihan juga dilanjutkan di hari ketiga dengan temu usaha antara petani milenial dengan perusahaan. Temu usaha ini berfokus memberikan gambaran terkait kondisi pasar modern.
Diundang dua perusahaan yang menerima produk hasil panen.
Pertemuan itu, berusaha menargetkan produk hasil panen petani milenial untuk dipasarkan ke toko modern.
Tentunya, diskusi terkait kualitas dan kuantitas produk panen menjadi fokusnya.
"Selama ini kendala untuk setoran ke pasar tradisional berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan keberlanjutan," ujarnya.
Melalui pertemuan itu, petani milenial dapat mengetahui kebutuhan pasar.
Selain itu, petani milenial diajak mengikuti kurasi dari perusahaan pasar modern untuk memasarkan produknya.
Kurasi digunakan untuk menjamin kualitas produk hasil panen, agar sesuai standar pasar modern. Sekaligus, meningkatkan harga jualnya.
Drajat mengungkapkan, kendala kualitas bisa diatasi dengan kurasi.
Namun, untuk kuantitas dan keberlanjutan produk masih menjadi pekerjaan rumah.
Saat ini, pihaknya menyiapkan sistem kerjasama 50 petani milenial.
Sistem kerjasama itu, digunakan untuk memenuhi kuantitas dan keberlanjutan suplai produk ke pasar.
Mekanismenya, jika salah satu petani tak bisa memenuhi stok, maka petani lain bisa membantu menyuplai stok ke pasar modern.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, tantangan kebutuhan pasar memang harus ditanggapi dengan inovasi.
Salah satu inovasi, berupa mengajak petani milenial untuk kurasi hasil penennya dan dijual ke pasar modern.
"Ini langsung berdampak, produk pertanian bisa langsung dikurasi," ujarnya.
Jika telah bersedia bekerjasama dengan pasar modern, petani milenial diharapkan memegang komitmen.
Terutama perihal kualitas, walaupun dari segi kurasi panen dianggap mememnuhi kriteria produk.
Akan tetapi, petani diminta tetap melakukan peningkatan kualitas. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva