KULON PROGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo menemukan satu kasus pelajar yang positif dinyatakan terkena virus human immunodeficiency virus (HIV) bahkan sudah acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Ironisnya dari hasil penelusuran terindikasi karena hubungan sesama jenis.
“Satu kasus HIV/AIDS pada pelajar diindikasikan disebabkan oleh hubungan seksual sesama jenis,” ujar Kepala Sri Budi Utami, Jumat (18/7)
Di sisi lain, HIV AIDS pelajar di Kulon Progo sepanjang 2012-2024 mencapai 10 kasus. Empat anak telah berada di atas umur 18 tahun, lima anak masih berstatus pelajar, dan satu anak dinyatakan meninggal dunia.
Kebanyakan kasus HIV di kalangan pelajar sebenarnya ditularkan dari ibu mereka. Lantaran, virus HIV dapat menular melalui plasenta saat hamil, proses persalinan, dan proses menyusui. "Akses pengobatan sudah ada, layanan puskesmas juga sudah optimal," ujarnya.
Budi menjelaskan, pengobatan HIV di kalangan pelajar terus dioptimalkan. Terutama konsumsi obat-obatan ARV seumur hidup untuk mengurangi dampak dari HIV AIDS. Selain itu pemkab juga intensif dalam mensosialisasikan HIV AIDS di kalangan pelajar. Salah satunya penguatan bahan ajar yang bekerjasama dengan Balai Pendidikan Menengah Kulon Progo.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menjelaskan, telah membuka forum penguatan bahan ajar pencegahan HIV AIDS. Forum itu, diikuti 60 kepala sekolah di jenjang pendidikan SMP dan SMA Sederajat. "Bentuk sosialisasi, sifatnya mencegah agar pelajar tidak terinfeksi HIV AIDS," ujarnya.
Ambat menjelaskan, secara keseluruhan HIV AIDS di Bumi Binangun mencapai angka 200 kasus. Hal ini, menunjukkan peran pemerintah harus menekan kasus tersebut sebaik mungkin. Minimal mencegah penyebaran HIV AIDS di masyarakat.
Di era perubahan zaman ini, remaja tergolong kelompok rentang terpapar HIV/AIDS. Mengingat pergaulan bebas cenderung terjadi diumur remaja. Terutama dengan adanya teknologi yang semakin mendorong komunikasi dan pergaulan bebas. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo