KULON PROGO - Kegiatan Jumat Curhat rutin digelar Polres Kulon Progo. Terakhir kali Jumat Curhat dilaksanakan di Balai Kalurahan Kranggan, Kapanewon Galur. Menjaring aspirasi masyarakat, Polres Kulon Progo mendapatkan beragam usulan mulai dari pembuatan SIM hingga masalah pertanian.
Kasihumas Polres Kulon Progo Iptu Sarjoko menyampaikan, Jumat Curhat minggu lalu dihadiri jajaran Polda DIJ, termasuk Kapolres Kulon Progo yang turut terjun langsung ke masyarakat. Secara umum, Jumat Curhat kala itu cukup banyak membahas keamanan dan ketertiban di wilayah Bumi Binangun.
"Sesuai namanya, Polres Kulon Progo juga mendengarkan curhatan masyarakat," ucap Iptu Sarjoko saat dikonfirmasi Radar Jogja kemarin (17/7).
Ia menjelaskan, salah satu aspirasi masyarakat yang langsung ditanggapi berupa permasalahan SIM di kalangan pelajar. Selama ini, banyak pelajar yang kesulitan mengatur waktu saat hendak membuat SIM.
Masukan itu langsung ditanggapi oleh Polres Kulon Progo dengan gagasan pembuatan SIM Kolektif Pelajar di hari Sabtu. Program pembuatan SIM kolektif ini menggiatkan Bhabinkamtibmas dan kepala desa untuk menjadwalkan pembuatan sim bagi pelajar di wilayah mereka bertugas.
Masalah di sektor pertanian juga sempat dikeluhkan peserta Jumat Curhat. Aspirasi masyarakat menunjukkan kebutuhan air pertanian. Selama ini, sawah di wilayah selatan Kulon Progo hanya tadah hujan. Keluhan itu langsung dicatat oleh Polres Kulon Progo untuk ditindaklanjuti di kemudian hari.
Sebelumnya Kapolres Kulon Progo AKBP Wilson Bugner menyampaikan, jumat curhat bukan kegiatan seremonial. Melainkan kegiatan yang terjun dan melihat realitas kehidupan sosial masyarakat. Melalui kegiatan itu, Polri mampu melihat kondisi faktual masyarakat. "Kami ingin masyarakat merasa aman, dan tentunya keluhannya pasti kami dengar," ujarnya.
Wilson menyampaikan, Jumat Curhat merupakan upaya jemput bola aspirasi masyarakat. Melalui itu kebutuhan masyarakat dapat terlihat. Utamanya berkaitan dengan penciptaan kemanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, Jumat Curhat juga mempererat hubungan Polri dengan masyarakat. Lantaran masyarakat dapat mengkritik, memberikan saran, hingga berkeluh kesah ke personel kepolisian. Harapannya, masyarakat dapat mempercayakan kebutuhan mereka ke instansi Polri. (gas/laz)
Editor : Herpri Kartun