KULON PROGO - Kasus siswa bolos sekolah selalu menjadi temuan saat Satpol PP Kulon Progo menggelar patroli rutin.
Berdasarkan catatan, sepanjang 2025 hingga pertengahan Juli ini, sebanyak 12 pelajar terciduk bolos sekolah.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kulon Progo Alif Romdhoni mengatakan, sebanyak 12 pelajar tersebut terjaring razia di wilayah Kapanewon Wates dan Kapanewon Pengasih.
"Mereka kedapatan bersembunyi di warung-warung yang jauh dari sekolah. Ada juga yang bersembunyi di warnet ataupun cafe," ungkap Alif, saat ditemui Radar Jogja, Kamis (17/7/2025).
Dikatakan, siswa bolos kecenderungan dilakukan secara berkelompok, lebih dari dua orang.
Didominasi siswa yang duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) swasta.
Kelompok siswa itu, biasanya beralasan membolos karena jam pelajaran kosong.
Sehingga, mereka memutuskan pulang sebelum jadwalnya.
Beberapa siswa ketahuan bolos juga dikarenakan telat masuk sekolah.
Lantaran, siswa ketakutan masuk sekolah jika terlambat masuk.
Mereka lebih baik tak berangkat ke sekolah dan juga tak kembali ke rumah.
"Bukannya pulang ke rumah, justru siswa melanjutkan nongkrong di warung. Ada yang kami lakukan pembinaan, ada juga yang kami kembalikan ke sekolah," ujarnya.
Siswa yang terjaring akan menerima pembinaan dari Satpol PP ataupun sekolah.
Ada juga, siswa yang diantarkan ke sekolah untuk melanjutkan pembelajaran.
Siswa yang diantar masih memiliki niat untuk pergi ke sekolah.
Alif menjelaskan, aktivitas bolos sekolah sering dilaporkan masyarakat karena merasa terganggu dengan warung yang sering digunakan untuk berkumpul remaja yang masih berseragam.
"Memang masyarakat sudah mengeluhkan aktivitas warung tempat nongkrong siswa," ujarnya.
Alif menghimbau, agar pemilik warung yang sering digunakan siswa bolos sekolah untuk lebih perhatian.
Warung bisa saja menempatkan himbauan berupa tulisan, yang tak mengijinkan siswa berseragam berkunjung saat masih jam pelajaran. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva