Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fenomena Ubur-Ubur Kembali Terjadi, Pengunjung Pantai di Kulon Progo Diminta Berhati-hati: Jangan Dipegang, Bisa Menyengat!

Anom Bagaskoro • Kamis, 17 Juli 2025 | 21:09 WIB
BISA MENYENGAT: Aris menemukan ubur-ubur api yang mendarat di pesisir Pantai Congot saat pantauan.
BISA MENYENGAT: Aris menemukan ubur-ubur api yang mendarat di pesisir Pantai Congot saat pantauan.

KULON PROGO - Musim bediding, kawanan ubur-ubur mulai mendarat di Pantai Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Fenomena ubur-ubur api mulai terlihat di pesisir Pantai Kulon Progo.

Kordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widyatmoko mengatakan, kawanan ubur-ubur ini mulai tampak sejak Selasa (15/7/2025).

Didominasi ukuran kecil, sepanjang ruas jari tangan orang dewasa.

Ada juga yang ukurannya lebih besar ukuran kepalan tangan.

Ubur-ubur tersebut transparan berwarna biru keunguan.

"Jenisnya, ubur-ubur portugis physalia physalis atau rawe," sebut Aris saat dihubungi Radar Jogja, Kamis (17/7/2025).

Menurutnya, ubur-ubur tersebut banyak terdampar di bibir pantai.

Aris kembali menjelaskan, sebenarnya aktivitas hewan ini mulai terlihat pada awal Juli.

Hanya saja belum menepi ke pesisir. Masih terpantau di perairan, saat itu di Pantai Glagah.

Namun, ubur-ubur yang terdampar justru ditemukan paling banyak di Pantai Congot.

Hingga kini persebarannya terus meningkat, diprediksi sampai September mendatang.

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Pariwisata Jogja, Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan (Abujapi) Membantu Kepolisian Menegakkan Kamtibmas

Hal ini diklaim akibat adanya pemecah ombak, yang membawa arus ke arah Pantai Congot.

Akibatnya, perairan Pantai Congot menjadi tempat bernaung sementara koloni ubur-ubur.

Kendati begitu, belum ada laporan korban tersengat ubur-ubur.

"Nihil korban," sebutnya.

Meski demikian patut diwaspadai bagi wisatawan yang berkunjung ke laut.

Sebab hewan yang identik dengan tentakel ini berpotensi melukai kulit, yang berdampak pada kesehatan.

 

"Untungnya, fenomena ini terjadi saat libur panjang sekolah berlalu. Sehingga meminimalisir kasus sengatan ubur-ubur," ungkap pria tersebut.

Selama libur Sabtu Minggu, pihaknya akan memantau intensif pengunjung di Pantai Glagah maupun Congot.

Sejumlah personel dikerahkan untuk memberikan himbauan ataupun pertolongan pada kasus aktivitas ubur-ubur.

"Kalaupun ada, kami sudah menyiapkan SOP penanganan," ujarnya.

Bahaya ubur-ubur dipastikan akan tertangani dengan baik.

Tim SAR setempat akan melakukan penanganan pertama, bila ditemukan korban sengatan.

Apabila, gejala sengatan memburuk pihaknya akan merujuk pengobatan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan intensif.

Aris menghimbau, agar pengunjung di pantai-pantai Kulon Progo berhati-hati selama ubur-ubur muncul di perairan dan kawasan bibir pantai.

Untuk mencegah kasus tersebut petugas mengimbau agar tidak bermain air dan berenang di perairan selatan yang memiliki ombak besar dan potensi bahaya ubur-ubur.

Selain itu, pengunjung diminta tak bermain dengan ubur-ubur.

Terkadang pengunjung penasaran, dan memegang hewan itu secara langsung. Akibatnya, pengunjung tersengat tentakel.

"Masih banyak yang penasaran karena bentuknya mirip agar-agar. Tetapi jangan dipegang," tegasnya. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pantai congot #SAR #ubur-ubur #SOP penanganan #Kulon Progo #menyengat #fenomena #pantai glagah #musim #pesisir #Pantai Selatan #Bediding #pantai