Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keyboard dan Baterai Chromebook Bantuan dari Kemendikbudristek di Kulon Progo Sudah Rusak

Anom Bagaskoro • Kamis, 17 Juli 2025 | 04:50 WIB
Keyboard dan Baterai Chromebook Bantuan Kemendikbudristek di Kulon Progo Rusak
Keyboard dan Baterai Chromebook Bantuan Kemendikbudristek di Kulon Progo Rusak

 

KULON PROGO – Di saat pengusutan kasus dugaan korupsi pengadan laptop chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) oleh Kejaksaan Agung, barangnya ternyata sudah rusak. Temuan tersebut berdasarkan laporan yang diterima Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo.

“Menurut informasi dari pengawas sekolah, kerusakan terjadi pada keyboard dan baterai,” kata Kepala Bidang Sarpras Dinas Dikpora Kulon Progo Dorojatun Kuncoroyakti, saat dihubungi Radar Jogja, Rabu (16/7).

Selama penggunaan chromebook, ditemukan sejumlah laptop yang mengalami kerusakan. Faktor usia menjadi penyebab utama banyaknya kerusakan pada sarpras itu. "Untuk jumlah kerusakan kami tidak punya, karena statusnya sudah menjadi aset sekolah," ujarnya.

Menurut dia, program digitalisasi pendidikan dimulai 2020. Wujudnya berupa pengadaan laptop chromebook. Sejumlah sekolah di Kulon Progo memang menerima bantuan program digitalisasi pendidikan.

Berbentuk laptop, bantuan didistribusikan melalui dua skema yaitu penyaluran barang secara langsung ataupun melalui dana alokasi khusus (DAK).

Skema pendistribusian secara langsung mengacu pada penerimaan bantuan berupa laptop chromebook ke sekolah penerima. Laptop yang telah diterima akan menjadi aset milik sekolah.

Bagi sekolah swasta penerimaan bantuan dilakukan dengan metode hibah. "Kalau merek tidak ditentukan, di juknisnya menyebutkan OS Chrome, dan spesifikasi RAM serta penyimpanan," ungkapnya.

Sementara itu, temuan kasus kerusakan laptop chromebook terjadi di SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang. "Datangnya akhir 2022, kemudian baru digunakan semester 2 di tahun 2023," ujar guru SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang Septi Lestari.

Septi menjelaskan, penggunaan laptop chromebook hanya digunakan untuk pembelajaran di dalam sekolah. Tak boleh ada yang membawa laptop untuk dibawa pulang.

Kendala yang dihadapinya adalah sambungan internet. Saat tak ada jaringan internet, laptop tak bisa digunakan sebagai media pembelajaran.

Terkait isu korupsi chromebook yang santer dikabarkan pihaknya tak tahu menahu. Sekolah justru bingung dengan isu itu.

Pasalnya, kebutuhan laptop bagis ekolahnya memang benar dibutuhkan. Sehingga, jika nanti konsekuensi dari kasus itu berupa penarikan laptop pihaknya sangat menyayangkan. (gas/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Kemendikbudristek #keyboard #Kulon Progo #nadiem makariem #korupsi Chromebook #Chromebook #laptop