KULON PROGO - Nasib SDN Wijimulyo Lor yang mendapat satu murid di tahun ini ternyata tak membuat mereka patah arang.
Sama seperti sekolah-sekolah lainnya, SDN Wijimulyo Lor tetap menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
Bahkan kegiatan MPLS berlangsung secara lebih optimal dan intim.
Pantauan Radar Jogja di SDN Wijimulyo Lor, kegiatan setelah libur panjang diawali dengan upacara bendera.
Jumlah siswa sekolah dasar yang tak lebih dari tiga puluh siswa itu, membuat upacara berjalan dengan khidmat pada pukul 07.00 WIB, Senin (14/7/2025).
Petugas upacara yang merupakan siswa, dengan sigap menjalankan ketugasannya.
Jumlah peserta upacara yang sedikit tak mengendorkan semangat mereka.
Bahkan saat menyanyikan lagu Indonesia raya, sikap hormat siswa tak kendur.
Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan janji siswa yang diikuti secara lantang oleh peserta upacara.
Setelah upacara selesai, guru mengarahkan dua siswa baru untuk maju dan berkenalan di hadapan seluruh peserta upacara.
Awalnya sedikit malu, namun perkenalan itu berujung dengan senyuman manis dari dua siswa baru itu.
Dua siswa baru itu merupakan satu murid pindahan di kelas dua, dan satu murid penerimaan baru di kelas satu.
Acara pengenalan dilanjutkan dengan bersalaman.
Kepala sekolah beserta guru menyalami siswa dan menanyakan kabar mereka selama libur panjang.
Kendati sambil berbincang kecil, acara salaman tak memakan waktu banyak, hanya sekitar 10 menit.
Usai kegiatan itu, siswa melanjutkan kegiatan MPLS dan sebagian lagi menjalankan pembelajaran.
Kepala Sekolah SDN Wijimulyo Lor Theresia Sriyati menyampaikan, tahun ini sekolahnya menerima kepercayaan satu siswa.
Walaupun hanya menerima satu siswa, sekolahnya tetap semangat menggelar kegiatan belajar mengajar.
"Pelayanan pendidikan tetap bahkan lebih intensif, sama juga dengan MPLS sesuai juknis yang telah ditetapkan," ucap Sriyati, saat ditemui Radar Jogja, Senin (14/7/2025).
Sriyati mengungkapkan, kegiatan MPLS tetap digelar sebaik mungkin sesuai ketentuan penyelenggaraan.
Hari pertama MPLS, sekolah menyelenggarakan pengenalan ke sesama warga sekolah. Siswa diajak berkenalan dengan guru ataupun teman satu sekolah.
Siswa juga diajak berkeliling ke ruang kelas, dari kelas satu hingga enam.
Di situlah, satu siswa baru disambut hangat dengan warga sekolah lain.
Banyak siswa yang lebih dahulu menjadi warga sekolah ikut bersalaman dengan murid baru.
Pengenalan sekolah dilanjutkan dengan berkeliling ke beberapa fasilitas.
Seperti, kamar mandi, mushola, perpustakaan, dan ruang guru.
Tujuannya, agar siswa mengenal lebih dekat dan dapat memanfaatkan fasilitas sekolah dengan baik.
Selain pengenalan lingkungan sekolah, pihaknya juga menekankan implementasi MPLS Ramah Jenjang SD Sederajat.
Salah satu tujuan paling utama berupa, menumbuhkan dan menguatkan karakter murid baru.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Hardiyanto membenarkan perihal krisis siswa.
Hal ini dapat dilihat di beberapa sekolah dasar yang hanya menerima segilintir murid.
"Palayanan pendidikan tetap akan berjalan seperti biasanya," ungkapnya.
Nur menyampaikan, kegiatan belajar mengajar tak melihat jumlah siswa.
Lantaran, setiap anak memiliki hak atas pendidikan. Kalaupun sekolah hanya memperoleh satu siswa, pelayanan pendidikan tetap dilakukan secara optimal. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva