Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sukma Rumekar Sakti, Perempuan Kulon Progo Ini Sudah Tiga Tahun Budi Daya Cabe Jawa, Perawatan Mudah, Tanam Sekali Untungnya Berkali-kali

Anom Bagaskoro • Sabtu, 12 Juli 2025 | 03:25 WIB

 

 

 

TANI: Sukma Rumekar Sakti sedang merawat tanaman cabe Jawa atau cabe puyang di ladangnya Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap. 
TANI: Sukma Rumekar Sakti sedang merawat tanaman cabe Jawa atau cabe puyang di ladangnya Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap. 

RADAR JOGJA - Cabe Jawa atau cabe puyang bagi sebagian masyarakat ternyata bisa dikembangkan. Tanaman dengan nama ilmiah Piper Retrofractum ini biasanya tumbuh liar. Namun berbeda bila ditemui di Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap. Cabe Jawa justru dibudidayakan oleh Sukma Rumekar Sakti, 47.

Di lahan seluas 500 meter² di Padukuhan Grindang, Kalurahan Hargomulyo, berjajar rapi tanaman rambat setinggi dua meter. Dari balik julur-julur tanaman itu, ada sosok perempuan paro baya yang sibuk menyirami tanaman itu. Tangannya yang ulet tak henti-henti memeriksa kondisi setiap tanaman.


Ya, Sukma telah menekuni budi daya cabe Jawa sejak Januari 2022. "Ini cabe jawa atau puyang, tanaman asli Indonesia serung digunakan untuk bumbu masakan ataupun jamu," ucap Sukma saat ditemui Radar Jogja di lahan miliknya, Minggu  (6/7).

Baca Juga: Kena Efisiensi, Perbaikan Jalan Provinsi Tegalsari-Klepu  di Kokap Kulon Progo Kurang Dua Km
Ia mengungkapkan, kesehariannya sebagai ibu rumah tangga tak membuat tangan berhenti bekerja. Lantaran memiliki pekerjaan sambilan mengolah lahan untuk budi daya cabe Jawa. Tanaman asli Indonesia yang masuk bagian dari rempah-rempah ini telah dibudidayakan oleh dirinya secara otodidak.


Kisah budi daya berawal pada 2021, saat itu anaknya mengalami kecelakaan dan mengharuskan perawatan seumur hidup. Sukma yang dulu merupakan pekerja pabrik di Jakarta terpaksa pulang kampung sebelum masa pensiun. Terbiasa bekerja membuat ia kebingungan saat kembali ke kampung. Lantaran setelah merawat anaknya Sukma tak memiliki kesibukan.


Dari situ perempuan gigih ini lantas mencari cara untuk menyibukkan diri. Teringat dengan masa kecil yang sering melihat cabe Jawa di pekarangan tetangga. Sukma memutuskan belajar mengenal tanaman untuk mencoba membudidayakan tanaman rambat itu.


"Dari pada lahan nganggur tidak terpakai, lebih baik ditanami, sekaligus menambah kesibukan," ungkapnya.

Baca Juga: Bangunan SD SMP Terpadu di Kulon Progo Segera Beroperasi, Ratusan Wali Murid Menggelar Doa Bersama
Budi daya tanaman cabe Jawa sengaja dipilih oleh Sukma. Lantaran memiliki karakteristik mudah perawatan. Sekaligus memiliki umur tanaman yang lama, antara 5-10 tahun. Semakin tua umur tanaman, hasil panennya juga semakin melimpah. Bahkan dengan cuaca panas, tanaman ini tak banyak menyerap air.


Selain itu, cabe Jawa merupakan tanaman asli Indonesia yang membuatnya cocok ditanam di mana pun. Peminat produk tanaman ini juga tergolong banyak. Pasalnya, cabe Jawa kerap digunakan sebagai bumbu masak, terkadang ditemukan juga dalam jamu instan.


Di awal merintis budi daya, tentu banyak hambatan yang ditemui. Seperti kekurangan air yang berpengaruh pada dua bulan penanaman bibit hingga tak optimalnya hasil panen. Kegagalan selama setahun menekuni budi daya itu semakin menempa pemahamannya.


Pilihannya untuk membudidayakan cabe Jawa sangat tepat. Di pekarangan Sukma yang dulu hanya ditumbuhi rumput, kini berubah menjadi ladang cabe Jawa. Ada 250 tanaman cabe Jawa yang setiap harinya bisa dipanen dan akan selalu bertambah hasilnya setiap pertambahan umur tanaman.


"Baru berumur satu setengah tahun. Satu bulannya sudah 57 kilogram panennya, untuk kering 19 kilogram," ujarnya.


Dari budi daya itu setiap bulannya Sukma mampu mengantongi Rp 1,1 juta dari kerja sambilan merawat cabe Jawa. Jika dilihat dari nilainya mungkin terlihat kecil. Akan tetapi jika dilihat hasil dengan perbandingan jam kerjanya, penghasilan itu tergolong besar. Lantaran untuk merawat tanaman itu hanya membutuhkan waktu dua jam sehari.


Selain itu, harga cabe Jawa juga semakin melejit. Di awal budi daya harga di angka Rp 50 ribu. Namun semakin hari cabe Jawa semakin dinikmati hingga mencapai harga Rp 90 ribu. Kalaupun turun, harga terendah di kisaran Rp 60 ribu.


Bagi perempuan satu ini, budi daya cabe Jawa sangat menguntungkan. Bahkan untuk ibu rumah tangga yang sudah tersita waktunya dengan mengurus rumah. Pesannya bagi yang hendak mencoba budi daya tanaman cabe Jawa tak perlu takut gagal. Lantaran perawatan tanaman satu ini sangat mudah. (laz)

Editor : Herpri Kartun
#Hargomulyo #cabe puyang #kokap