KULON PROGO - Ratusan wali murid SDN Percobaan 4 menggelar doa bersama di Gedung SD Terpadu, Padukuhan Terbah, Kalurahan Wates, Kamis (10/7/2025) malam.
Kegiatan ini dialkukan menjelang pemindahan aktivitas pembelajaran sekolah di tempat yang baru.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Wahyudi menyampaikan, doa bersama sengaja digelar.
Utamanya mengundang orangtua siswa yang nantinya akan bersekolah di tempat baru.
"Wujud doa dan syukur, semoga setelah menempati tempat yang baru pembelajaran lebih optimal," ucap Nur, saat ditemui Radar Jogja usai pengajian, Kamis (11/7/2025).
Doa bersama yang dikuti guru, dan orangtua itu bertujuan menggugah kepedulian pengguna sekolah.
Lantaran, gedung baru merupakan sarpras yang harus dirawat oleh pemakainya.
Melalui doa bersama, harapannya setiap unsur pengguna bangunan menjalin komunikasi. Utamanya, untuk mengoptimalkan fasilitas milik pemkab itu.
Nur mengungkapkan, SDN Percobaan 4 akan menempati gedung sekolah terpadu.
Selain pemindahan sekolah, beberapa sekolah juga akan diregrouping ke SDN Percobaan 4.
Total akan ada 3 sekolah yang diregrouping dan menempati gedung baru itu.
Gedung yang berada di Kawasan FRC UGM di Padukuhan Terbah itu nantinya akan menampung 610 siswa.
Rautasan siswa berasal dari regrouping sekolah.
Di antaranya SDN Percobaan 4 sejumlah 333 siswa atau 12 rombel, SDN 2 Wates 166 siswa atau 6 rombel, dan SDN Terbahsari 111 siswa atau 6 rombel.
Lebih lanjut, Sekretaris DinasDikpora Kulon Progo Nur Hardiyanto membenarkan kondisi regrouping.
Pemilihan nama SDN Percobaan sengaja dilakukan untuk menjaga kesinambungan layanan pendidikan bagi masyarakat.
Untuk menggabungkan beberapa sekolah, pihaknya telah melakukan pengkajian mendalam.
Khsususnya menata manajemen sekolah, dan pembagian kelas agar proses kegiatan belajar bisa berjalan optimal.
"Memang pembangunan gedungnya sempat tertunda," ujarnya.
Sebenarnya upaya regrouping dan pemindahan tiga sekolah tersebut telah ada sejak tahun 2018.
Di tahun 2018, pembangunan gedung telah dilakukan dengan membagi pembangunan menjadi empat tahap.
Namun, di tahun 2020 pandemi covid-19 membuat pembangunan tertunda.
Bangunan yang awalnya diprediksi beroperasi di tahun 2022 justru molor akibat pandemi.
Lantaran, kemampuan fiskal daerah terguncang semasa covid. Lantas, di tahun 2024 pembangunan telah selesai dan siap digunakan.
Pihaknya memastikan tahun ajaran baru 2025/2026 siswa sudah bisa bersekolah digedung baru. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva