KULON PROGO – Dinas Perdagangan (Disdag) Kulon Progo telah menyiapkan branding pasar tematik yang akan diterapkan pada empat pasar. Upaya ini dilakukan untuk meramaikan kembali pasar tradisional.
Plt Kepala Disdag Kulon Progo Riyadi Sunarto membenarkan, kondisi pasar yang relatif sepi. Mau tak mau pasar memang sudah banyak ditinggalkan dan harus diubah untuk menarik kunjungan. Salah satu gagasan dinasnya berupa pengembangan pasar tematik.
"Jadi setiap pasar tradisional yang ada akan memiliki tema sendiri, setiap pasar berbeda-beda," ucap Riyadi Minggu (6/7).
Baca Juga: Puluhan Ribu Peserta Ikut UM UGM, Kampus Pastikan Akses Setara bagi Calon Mahasiswa Difabel
Pria yang akrab disapa Didik ini menyampaikan, konsep tematik diklaim dapat memantik kunjungan. Lantaran, pengunjung yang memiliki minat tertentu bisa singgah ke pasar dengan tema yang sesuai. Misalnya pasar kuliner yang menyuguhkan aneka makanan.
Akan tetapi, gagasan pasar tematik ini masih memerlukan kajian. Sebab kebutuhan, karakteristik, dan masukan masyarakat pasar masih perlu ditimbang. Tujuannya, untuk memastikan pasar tematik dapat secara optimal menaikkan angka kunjungan maupun transaksi di pasar tradisional.
"Yang hampir terlaksana adalah Pasar Sentolo, temanya sebagai rest area," ucapnya.
Pasar Sentolo yang terletak tepat di Jalan Wates-Jogja ini digarap dengan tema tempat beristirahat. Lantaran, letak pasar berada di jalan nasional dan menjadi tempat singgah truk logistik. Meskipun tak akan banyak perubahan yang terjadi, lahan di depan pasar akan diorientasikan sebagai rest area dan pedagang yang menjual aneka makanan.
Selain Pasar Sentolo, ada pula Pasar Wates, Bendungan, dan Kranggan yang menjadi sasaran. Wacana tema Pasar Wates lebih menonjol menjadi pasar kuliner baik siang maupun malam yang akan difokuskan pada lantai dua.
"Masih perlu dikaji lagi, bisa saja sebagai sentra elektronik ataupun tekstil," ungkapnya.
Upaya untuk meramaikan pasar tradisional telah dilakukan Pemkab Kulon Progo. Beberapa waktu lalu, pemkab meluncurkan digitalisasi pembayaran di pasar tradisional. Kala itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko optimistis, layanan pembayaran digital di pasar tradisional dapat mengembalikan kejayaan pasar.
"Semua sekarang serba digital, pasar juga harus mengikuti itu, agar pembeli mau datang lagi," ungkapnya. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita