KULON PROGO - Keamanan digital milik orang nomer satu di Kulon Progo tengah goyah. Lantaran, nomor WhatsApp miliknya telah diretas oleh seseorang yang tak dikenal. Diduga pelaku memanfaatkan situasi saat bupati menggunakan WiFi publik.
Agung menyampaikan, kejadian peretasan mulai dirasakan, Kamis (4/7) malam. Kemudian berlanjut di keesokan harinya. Saat kali pertama diretas, telah berhasil mengamankan akun tersebut.
Pelaku diduga memanfaatkan jaringan Wireless Fidelity atau WiFi gratis yang tersambung di handphone milik bupati. Hal itu terjadi, saat kunjungan Agung di salah satu kapanewon di Bumi Binangun.
Percobaan peretasan gagal dilakukan. Akan tetapi, pelaku tetap berusaha melakukan peretasan di akun WhatsApp yang sama, pada Jumat (4/7). Tepat saat sholat jumat, akun WhatsApp bupati berhasil diretas secara keseluruhan. "Handphone saya tinggal Salat Jumat, ternyata pelaku memanfaatkan itu," ungkapnya, Jumat (4/7).
Agung Setyawan menyampaikan, dari beberapa nomor yang dikirimkan pesan singkat beberapa orang mengaku diminta pinjaman hingga bantuan. Total puluhan juta telah ditransfer dari beberapa orang yang mendapat kiriman pesan singkat dari pelaku. "Sudah ada bukti transfer yang dikirimkan, ada sekitar tujuh orangan," ungkapnya.
Beberapa kenalan Agung, telah mengirimkan sejumlah uang. Lantaran, mereka merasa kenal dan pernah saling tukar menukar bantuan. Agung segera melakukan proses hukum ke pelaku. Pihaknya telah melaporkan kejadian itu, ke Polres Kulon Progo dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Agung menghimbau, agar masyarakat yang menyimpan nomor HP miliknya agar waspada. Lantaran, bisa berpotensi menjadi korban selanjutnya. Pihaknya memastikan, akan segera melacak pelaku dan menonaktifkan nomer tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi, dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo Agung Kurniawan mengakui nomor WhatsApp bupati diretas dan saat ini sedang proses pemulihan. "Sudah dilakukan blokir melalui operator seluler," ucapnya.
Potensi peretas berpotensi meluas. Lantaran, akun yang diretas mengirimkan sejumlah scam. Whatsapp mengirimkan aplikasi ke sejumlah nomer yang menunjukkan metode pishing. Atau pengambilan data pribadi melalui aplikasi yang diinstal secara mendadak. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo