Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sekolah Sepi Peminat, Terancam Tak Mendapat Dana BOS, Sekolah di Kulon Progo Ini Harus Putar Otak

Anom Bagaskoro • Jumat, 4 Juli 2025 | 19:09 WIB

 

Ilustrasi sekolah sepi peminat.
Ilustrasi sekolah sepi peminat.

KULON PROGO - Krisis murid yang terjadi di Kulon Progo, pasca penerimaan murid baru ternyata berdampak besar.

Kekurangan murid akan berdampak pada alokasi bantuan operasional sekolah (BOS).

Sebab, alokasi BOS didasarkan jumlah peserta didik.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Hardiyanto membenarkan hal tersebut.

Dikatakan bila jumlah peserta didik sedikit maka alokasi BOS yang diterima juga kecil.

Tentu sekolah harus melakukan efisiensi, menghemat pengeluaran.

Padahal biaya operasional seperti listrik, air, dan sambungan internet tak bisa diminimalisir.

"Pembiayaan tersebut setiap bulan, nyaris sama dan tak bisa dipangkas," tutur Nur Hardiyanto kepada Radar Jogja, Jumat (4/7/2025).

Lebih lanjut dijelaskan, kekurangan peserta didik juga akan berpengaruh untuk pengajuan dana alokasi khusus (DAK) fisik.

Lantaran, DAK mensyaratkan minimal peserta didik dalam satu sekolah 60 siswa.

"Jika kurang dari itu, sekolah tak bisa mengakses DAK. Utamanya, untuk membangun ataupun memperbaiki fasilitas sekolah," ungkapnya.

Salah satu sekolah yang terkendala dana BOS lantaran sepinya jumlah siswa adalah SDN 1 Balong.

Sekolah ini hanya memiliki peserta didik dengan total 18 anak pada tahun ajaran 2025/2026.

Artinya, jumlah siswa masih jauh dari kriteria penerima dana Bos, sebagaimana disampaikan Disdikpora Kulon Progo.

Akibatnya, sekolah perlu merogoh kocek pribadi untuk memenuhi kebutuhan sekolah.

Walaupun tenaga pendidik telah dibiayai oleh pemerintah, kegiatan sekolah tetap perlu mengeluarkan uang pribadi.

"Sekolah perlu memutar otak agar pembelajaran tak terganggu. Program ekstrakulikuler tetap harus dipertahankan, dengan menggunakan uang pribadi guru," tandasnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#DAK #Disdikpora Kulonprogo #Kulon Progo #Sekolah di Kulon Progo #biaya operasional #SDN 1 Balong #efisiensi #putar otak #Sekolah #Dana Bos #sekolah sepi peminat #BOS #sd