KULON PROGO - Fenomena kekurangan murid yang dikabarkan terjadi di SDN Lebeng ternyata tidak benar terjadi.
Usut punya usut, data yang dimiliki Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo belum valid.
Guru SDN Lebeng Anita Pujiastuti membeberkan terdapat 24 siswa yang masuk di sekolahnya.
Data tersebut telah dilaporkan ke dinas terkait beberapa waktu lalu. Sehingga, tidak mungkin jika SDN 1 Lebeng hanya menerima nol murid.
"Tahun ini kami mendapat 24 siswa, dan dua siswa dari mutasi total siswa baru ada 26 siswa," ucap Anita, saat ditemui Radar Jogja, Kamis (3/7/2025).
Anita mengaku, penerimaan siswa baru cenderung stabil di angka dua puluh ke atas. Tak sama seperti pemberitaan sebelumnya.
Lantaran, pada kelulusan 2025 ini, ada 29 siswa yang lulus.
Pihaknya mengakui, banyak orangtua yang memilih SDN Lebeng dibanding sekolah didekat mereka.
Lantaran, terdapat beragam layanan pendidikan dan pembelajaran yang tersedia. Khususnya ekstrakulikuler karawitan.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Dikpora Kulon Progo Nur Hardiyanto menyampaikan bahwa dalam data hasil SPMB jenjang sekolah dasar terdapat informasi yang menunjukkan nol siswa diterima di SDN Leben.
Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, ternyata data tersebut belum terupdate secara lengkap.
"Proses pengumpulan data masih dalam tahap finalisasi, dan beberapa sekolah sedang menyelesaikan proses pelaporan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan," jelasnya saat dikonfirmasi Radar Jogja.
Nur menjelaskan bahwa sekolah memiliki kewajiban untuk melaporkan data sesegera mungkin setelah penerimaan siswa.
Apabila mengalami kendala teknis atau administratif, sekolah dapat melakukan koordinasi dengan pihak Dinas untuk mendapatkan bantuan.
Terkait situasi ini, Dinas Dikpora menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk penyempurnaan sistem pelaporan ke depan.
"Kami berharap dapat meningkatkan koordinasi dengan sekolah-sekolah untuk mengoptimalkan proses pelaporan," ujarnya.
Dinas juga sedang melakukan evaluasi terhadap metode pengumpulan data dari sekolah.
Saat ini, pengumpulan data tingkat sekolah dasar untuk SPMB masih menggunakan metode manual yang memerlukan proses koordinasi yang lebih intensif.
Ke depan, Dinas berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pengumpulan data agar lebih efisien dan akurat, serta meningkatkan komunikasi dengan seluruh sekolah di wilayah Kulon Progo. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva