Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sasar pasar Wates dan Bendungan, Disdag Kulon Progo Fokus Kembangkan E-Retribusi untuk Mencegah Kebocoran PAD

Anom Bagaskoro • Jumat, 27 Juni 2025 | 03:41 WIB
PERALIHAN: Wakil Bupati Kulon Progo mencoba penggunaan Qris saat membeli makanan di Pasar Wates.
PERALIHAN: Wakil Bupati Kulon Progo mencoba penggunaan Qris saat membeli makanan di Pasar Wates.

KULON PROGO - Kebocoran retribusi di pasar-pasar tradisional berpotensi bisa terjadi. Mengatasi masalah seperti itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kulon Progo mengadaptasi E-Retribusi dalam memungut pendapatan asli daerah (PAD).
Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kulon Progo Riyadi Sunarto mengungkapkan, E-Retribusi atau Sistem Retribusi Daerah (Sireda) diadaptasi sebagai model transparansi PAD. Lantaran, potensi kebocoran retribusi pasti akan terjadi jika menggunakan metode konvensional.
"Potensi kebocoran ada, walaupun belum terjadi, setidaknya kami cegah dahulu," ucap Riyadi, saat ditemui Radar Jogja di Pasar Wates, Kamis (26/6).

Menurutnya, pasar tradisional bisa bersaing ditengah gempuran era marketplace. Berawal dari digitalisasi retribusi, Pemkab Kulon Progo berupaya untuk meramaikan pasar kembali.
Di sisi lain, pedagang oleh-oleh Pasar Wates Sutarti menyambut baik perihal digitalisasi. Lantaran, pembayaran melalui bank tak memakan waktu. Mengingat retribusi yang dibayarkan melalui sistem tak memerlukan kembalian uang receh.
"Kalau bayar langsung, petugas harus menyiapkan kembalian jadi lama," ucapnya. (gas)

Editor : Herpri Kartun
#perdagangan #pasar #Kulon Progo #Disdag #retribusi