Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aplikasi SPMB SMP Jalur Afirmasi dan Domisili Wilayah Eror, Orangtua Ikut Was-Was

Anom Bagaskoro • Rabu, 25 Juni 2025 | 23:07 WIB
KHAWATIR: pendaftar di SMPN 1 Wates menunggu hasil verifikasi data. 
KHAWATIR: pendaftar di SMPN 1 Wates menunggu hasil verifikasi data. 

KULON PROGO - Hari kedua sistem pendaftaran murid baru (SPMB) mengalami kendala, Selasa (24/6/2025).

Aplikasi yang digunakan eror sehingga pendaftaran SPMB lumpuh, selama beberapa jam.

Akibatnya, banyak orangtua yang mengaku was-was, jika pendaftaran gagal dan kelewat batas akhir pendaftaran.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Hardiyanto membenarkan kondisi itu.

Kendala pada sistem aplikasi SPMB terjadi pada Selasa (24/6/2025).

"Ada masalah sistem berhenti atau crash, sehingga aplikasi tidak bisa diakses," ucap Nur, Rabu (25/6/2025).

Nur mengungkapkan, kejadian eror telah diketahui sejak siang hari.

Pihaknya telah berupaya agar segera ada perbaikan.

Namun, perbaikan yang dilangsungkan belum mampu menjawab masalah sistem.

Akibatnya, Dinas Dikpora melakukan penutupan sistem untum proses perbaikan secara optimal.

Proses pemulihan sistem dilakukan sepanjang malam, hingga aplikasi SPMB mulai biaa digunakan keesokan harinya.

Aplikasi SPMB yang eror terjadi pada jalur afirmasi dan domisili wilayah.

Sebelumnya, jalur afirmasi akan ditutup pukul 14.00 WIB, Rabu (25/6/2025).

Namun, karena adanya eror pada aplikasi membuat pihaknya merubah jadwal.

Penutupan jalur afirmasi akan dilakukan lebih awal sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (25/6/2025).

"Untuk jalur domisili wilayah ditutup sekitar pukul 16.00 WIB yang sebelumnya pukul 14.00 WIB," ungkapnya.

Memajukan penutupan di jalur afirmasi bukan tanpa sebab.

Lantaran, jika ditutup secara bersamaan, daya tampung kuota afirmasi bisa saja tak penuh akibat minim pendaftar.

Padahal, kuota afirmasi bisa dialihkan untuk pendaftar jalur domisili wilayah.

Oleh sebab itu, pihaknya memberika jeda waktu agar kuota jalur afirmasi dapat dimanfaatkan untuk jalur domisili wilayah.

Sementara itu, orangtua pendaftar Septi saat ditemui di SMPN 1 Wates mengaku was-was dengan perpanjangan waktu dari Dinas Dikpora Kulon Progo.

Lantaran, sebagai pendaftar melalui jalur domisili radius, dirinya tetap terkena dampaknya.

"Kemarin seharusnya sudah ditutup dan anak saya masuk kategori aman, tiba-tiba peringkatnya turun," ungkapnya.

Septi mengungkapkan, perpanjangan waktu membuat anaknnya terlempar ke urutan terakhir jalur domisili radius.

Hal ini, membuat semakin was-was hingga memutuskan untuk memantau langsung kondisi pendaftaran di sekolah. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Disdikpora Kulon Progo #jalur afirmasi #aplikasi #Siswa #SPMB SMP #Disdikpora #Wilayah Eror #Sekolah #spmb #domisili