Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gawat, Ratusan Pelajar Kulon Progo Tercatat Sebagai Perokok

Anom Bagaskoro • Rabu, 25 Juni 2025 | 22:24 WIB


TES: Skrining perokok yang dilakukan petuhas Puskemas menggunakan smokerlyzer.
TES: Skrining perokok yang dilakukan petuhas Puskemas menggunakan smokerlyzer.

KULON PROGO - Skrining merokok pada pelajar menunjukkan signifikansi kebiasaan merokok di kalangan usia sekolah.

Tercatat ada ratusan perokok pemula yang merupakan pelajar Bumi Binangun masuk kategori perokok aktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami mengungkapkan, pihaknya telah melakukan skrining pelajar di 12 kapanewon.

Didapati 466 pelajar merupakan perokok aktif, yang mengkonsumi rokok setiap harinya.

"Hasil skrining 2024 dari 3.841 pelajar, 466 pelajar merupakan perokok," ucap Budi, Rabu (25/6).

Skrining yang dilakukan pada tahun 2024 ini, berpotensi mengalami kenaikan.

Lantaran, perilaku perokok pemula dikalangan pelajar semakin masif. Utamanya, munculnya rokok elektrik yang bisa dijangkau siapapun.

Jika dilihat dari data Dinkes Kulon Progo, 466 pelajar merokok kebanyakan menggunakan rokok konvensional.

Namun, di urutan kedua rokok elektronik menjadi penyumbang munculnya perilaku merokok di kalangan pelajar.

Selain bentuk rokok, jenis pembelian rokok yang dilakukan pelajar lebih didominasi pembelian secara bungkus dibandingkan eceran. Hal ini menunjukkan aturan larangan penjualan rokok ke anak-anak masih belum efektif.

"Hasil survey juga menunjukkan, 82% pelajar hendak berhenti merokok," ucapnya.

Kendati terbukti mengkonsumsi rokok, pelajar Kulon Progo menaruh minat untuk berhenti.

Lantaran, mulai merasakan dampak negatif konsumsi.

Dari hasil skrining, paling tinggi kadar CO mencapai 27 ppm.

Idealnya kadar CO berada di bawah 4 ppm.

Kadar tinggi pada paru-paru dapat membuat gangguan kesehatan.

Untuk mengatasi peningkatan kasus perokok di kalangan pelajar, pihaknya menggencarkan sosialisasi.

Melalui sosialisasi diharapkan, pelajar dapat mencegah konsumsi rokok. Sedangkan, pelajar yang telah merokok didorong untuk berhenti merokok.

Sementara itu, Kasi Pengendalian Penyakit Dinkes DIY Ari Kurniawati membenarkan perilaku perokok pemula di kalangan pelajar.

Data Dinkes DIY menunjukkan, tiga dari empat pelajar merupakan perokok. Hasil diketahui setelah pihaknya melakukan survey pada pelajar umur 10-18 tahun.

"Perilaku merokok elektronik juga mengalami kenaikan," ungkapnya.

Ari mengungkapkan, sosialisasi terus digencarkan untuk menurunkan perokok aktif.

Lantaran, kebanyakan perokok mengalami penyakit jantung hingga kanker. Setiap tahunnya, penyakit ini terus mengalami kenaikan. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#skrining #perokok aktif #Kulon Progo #Dinas kesehatan Kulon Progo #merokok pada pelajar #rokok