Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kemarau Basah BPBD Kulon Progo Tetap Siapkan Dropping Air Bersih. Terutama untuk Wilayah di Perbukitan Menoreh

Anom Bagaskoro • Rabu, 25 Juni 2025 | 03:21 WIB

 

Dropping air dilakukan BPBD Kulon Progo diterima langsung oleh warga.
Dropping air dilakukan BPBD Kulon Progo diterima langsung oleh warga.

 

KULON PROGO - Prediksi kemarau basah yang melanda wilayah DIJ, tak membuat BPBD Kulon Progo kendor. Lantaran, pihaknya tetap menyiagakan droping air melalui penganggaran belanja tak terduga (BTT).

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Heri Darmawan menyampaikan, kondisi cuaca masih bisa berubah sewaktu waktu. Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau akan lebih pendek dari biasanya.

Lantaran, di Juni ini hujan masih melanda sebagai wilayah Pulau Jawa. "Sebenarnya sudah masuk musim kemarau, tetapi masih ada hujan otomatis kemarau diprediksi lebih pendek," ucap Heri, Selasa (24/6).

Heri mengungkapkan, walaupun kemarau diperkirakan memendek, pihaknya tetap menyiagakan dropping air. Biasanya sejak Mei permintaan dropping air akan bermunculan. Namun, curah hujan yang tinggi dan merata di Bumi Binangun membuat masyarakat masih bisa memanen air hujan.

Akan tetapi, pihaknya tetap menyiagakan dropping air. Utamanya, di titik kekurangan air bersih di Perbukitan Menoreh. Terdapat empat hingga lima titik langganan kekeringan di Bumi Binangun.

Paling banyak ditemukan di Kapanewon Kokap, Samigaluh, dan Girimulyo. "Sama seperti tahun sebelumnya, kecuali ada status tanggap darurat kekeringan," ungkapnya.

Di 2024, BPBD Kulon Progo mencatat pagu dropping air sejumlah 38 tangki air, satu tangki berisi lima ribu liter air bersih. Pagu droping air ini juga akan digunakan di tahun 2025.

Jika titik kekeringan lebih banyak muncul tahun ini, BPBD tetap bisa mengakses penambahan air bersih. Akan tetapi, pemkab perlu menetapkan status tanggap darurat terlebih dahulu.

Status tanggap darurat dapat diajukan jika terjadi fenomena alam ataupun bencana yang berdampak ke masyarakat.

Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Cekik Pacar Hingga Tewas di Bantul, Simpan Mayat Sampai Jadi Kerangka

Saat ini, status tanggao darurat bencana hidrometeorologi belum dicabut. Lantaran, curah hujan masih sering ditemui hingga masuknya musim kemarau.

Ditemui di tempat berbeda, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono membenarkan perihal pemberlakukan status tanggap darurat. Penyebabnya, cuaca tak menentu masih melanda Bumi Binangun. Membuat Pemkab Kulon Progo perlu menyiapkan anggaran penanganan bencana jika terjadi.

Salah satu pos anggaran yang bisa ditarik sewaktu-waktu adalah BTT. Tentu dasarnya harus berdasarkan surat status tanggap darurat. "Kalau di Juni masih ada kejadian bencana, maka ada kemungkinan diperpanjang hingga Juli," tuturnya. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Kekeringan #kemarau #Perbukitan Menoreh #Kulon Progo #btt #dropping air bersih #Air #BPBD #kokap #Samigaluh