RADAR JOGJA - Warga Padukuhan Karangasem Kulon, Srikayangan, Sentolo belum puas dengan perbaikan Jalan Srikayangan-Sentolo. Mereka keukeuh meminta Pemkab Kulon Progo memperbaiki ruas jalan yang rusak sepanjang 500 meter itu secara permanen.
”Sekarang baru berupa penambalan. Jadi, perbaikannya bersifat sementara,” jelas Dukuh Karangasem Kulon Tujono saat ditemui kemarin (23/6).
Ya, Polsek dan Koramil Sentolo bersama Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo beberapa waktu lalu gotong royong melakukan perbaikan. Kerja bakti itu dalam rangka Bulan Bakti Bhayangkara ke-79. Sekaligus merespons aksi protes warga.
Baca Juga: BMKG Yogyakarta Ingatkan Sebagian Sleman dan Kulonprogo Berpotensi Hujan Hari Ini
”Masyarakat ikut bergotong royong. Ada sekitar 200 orang," sebutnya.
Untuk melakukan perbaikan, Polsek Sentolo mendatangkan tanah urug cukup banyak. Setidaknya 11 dump truck. Sebab, ruas jalan yang perlu ditambal cukup panjang. Sekitar 500 meter.
Dari pantauan, tak ada lagi ruas jalan yang berlubang. Pun dengan tanaman pisang yang sempat ‘menghiasi’ Jalan Srikayangan-Sentolo.
Baca Juga: Simbol Geblek Renteng Mulai Dilucuti di Kulonprogo, Hasto Wardoyo: Saya Senyum Aja Lah
Kendati begitu, Tujono menganggap perbaikan sementara belum cukup. Material tanah urug bakal hilang tergerus air jika datang musim hujan.
Masyarakat, Tujono menceritakan, sudah mendengar informasi perihal rencana perbaikan permanen Jalan Srikayangan-Sentolo. Itu diperkuat dengan kedatangan tim DPUPKP yang telah melakukan survei. Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko juga berkomitmen saat meninjau kondisi Jalan Srikayangan-Sentolo beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Bupati Agung Setyawan Instruksikan ASN Kulon Progo Wajib Menggunakan Batik Binangun, Ini Alasannya
Karena itu, Tujono tetap akan mengawal realisasi janji tersebut. Warga akan menagih jika tidak terealisasi pada 2026.
”Akan kami tagih janjinya, sampai benar-benar terealisasi," tegasnya.
Terpisah, Kepala DPUPKP Kulon Progo Didik Wijanarko menyampaikan, penambalan menjadi salah satu alternatif perbaikan awal di tahun 2025. (gas/zam)