Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tingkatkan Kemampuan Melaut, ‎Nelayan Kulon Progo Mengikuti Pelatihan Basic Safety Training dan Sertifikasi Yang Digelar DKP DIY

Anom Bagaskoro • Jumat, 20 Juni 2025 | 00:55 WIB
KESELAMATAN: Nelayan Kulon Progo belajar melakukan penyelamatan diri ketika kapal karam.
KESELAMATAN: Nelayan Kulon Progo belajar melakukan penyelamatan diri ketika kapal karam.
 
KULON PROGO - Risiko besar dalam melaut, membuat puluhan nelayan Kulon Progo mengikuti kegiatan pelatihan dan sertifikasi.
 
Pelatihan yang digelar di TPI Karangwuni ini, secara garis besar meningkatkan kemampuan nelayan.
‎Pendamping Kegiatan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Supiyono menyampaikan, kegiatan pelatihan merupakan upaya meningkatkan kemampuan nelayan.
 
Khususnya nelayan Pantai Selatan Kulon Progo, yang memiliki resiko kecelakaan cukup besar.
 
Baca Juga: Gunakan Mobil Berlambang Siap Amunisi di Berbagai Event, Polresta Sleman Amankan Ribuan Botol Miras
‎"Pelatihan basic safety training (BST) memang dibutuhkan, mengingat karakter ombak dan potensi laka laut yang menimpa nelayan," ucap Supiyono, saat ditemui Radar Jogja, Rabu (18/6/2025).
‎Pelatihan yang digelar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dengan dukungan Dana Keistimewaan ini, diikuti 30 peserta yang memiliki latar belakang profesi nelayan. Pelatihan berfokus pada keselamatan selama melaut.
‎Pantauan Radar Jogja di lokasi pelatihan, nelayan cukup banyak antusias dalam mengikuti kegiatan.
 
Baca Juga: Aturan Zero Over Dimensions Over Load (ODOL) Merugikan Masyarakat Kecil, Puluhan Sopir di Kulon Progo Mogok Kerja Hingga Sweeping Truk
 
Di hari pertama dan kedua, nelayan mendapat wawasan berupa teori keselamatan selama berlayar. Di hari ketiga, Rabu (18/6/2025) nelayan mulai mempraktekan hasil teori yang diterima.
‎Salah satu yang dipraktekkan adalah, tindakan saat terjadi kebakaran di tengah laut.
 
Nelayan mempraktekkan teori dengan pendampingan instruktur. Dalam kasus kebakaran, nelayan bisa menggunakan alat pemadam kebakaran (APAR) ataupun kain basah untuk memadamkan api.
Baca Juga: Aria Nugrahadi Resmi Dilantik Jadi Penjabat Sekprov DIY, Bakal Lengser Jika Proses Seleksi Rampung
Selain simulasi atas kejadian kebakaran, nelayan juga mendapat pelatihan keselamatan selama di tengah perairan.
 
Pelatihan ini, fokus pada penyelamatan diri saat kapal mengalami karam ataupun tenggelam.
‎Hasil dari pelatihan Basic Safety Training, nelayan akan mendapatkan sertifikat.
 
Sertifikat BST Fisheries II menunjukkan kemampuan nelayan dalam menghadapi setiap kecelakaan. Sekaligus kemampuan melakukan pencegahan atas kecelakaan kerja.
 
Baca Juga: Ahmad Luthfi dan Menteri Perindustrian Lepas Ekspor Mainan Anak-anak Senilai Rp23,5 Miliar ke Amerika Serikat
‎"Hari ini juga merupakan upaya sertifikasi bagi nelayan," ungkapnya.
‎Supiyono menyampaikan, sertifikasi memang diperlukan nelayan. Walaupun, nelayan di Kulon Progo cenderung menggunakan mesin dan kapal kecil dengan daya tempuh tak jauh dari pesisir. 
 
Melalui sertifikasi, kecakapan nelayan akan diuji untuk memastikan kemampuan nelayan selama melaut.
 
Setelah mengikuti tahapan sertifikasi, nelayan akan mendapatkan Sertifikat Kecakapan Nelayan (SKN).
 
Baca Juga: Kompor Menyala Saat Ganti Tabung Gas, Warga Piyungan Alami Luka Bakar 40 Persen
‎Lebih detil, Instruktur Pelatihan Hendriyansah mengungkapkan, salah satu pelatihan yang paling menarik adalah pelatihan di perairan. Berlokasi di Muara Pantai Glagah, nelayan mengikuti pelatihan renang.
 
"Yang ditekankan bukan renang paling cepat, tetapi berenang yang aman dan bertahan lama," ungkapnya.
 
Hendri mengungkapkan, saat kapal tenggelam di tengah perairan, nelayan harus siap dengan kondisi itu.
 
Baca Juga: Peredaran Rokok Ilegal di Kota Jogja Masih Rawan di Wilayah Perbatasan dan Warung Kelontong
 
Bukan siapa yang paling cepat, tetapi bagaimana nelayan bisa bertahan mengapung tanpa mengeluarkan tenaga banyak.
 
Selain teknik berenang, nelayan ditekankan untuk menggunakan peralatan keselamatan jika hendak melaut. Lantaran, safety jacket ataupun pelampung sangat diperlukan.
 
Setidaknya nelayan tak perlu khawatir tenggelam, sekaligus dapat menghemat tenaga jika kapal tenggelam.
 
Hal ini cukup penting, mengingat nelayan tidak tahu kapan akan diselamatkan.
 
Baca Juga: Angka Kemiskinan Turun, Gunungkidul Masih Jauh Dari Target Angka Kemiskinan DIY dan Nasional, Perkuat Kolaborasi dan Inovasi
 
Sementara itu, peserta pelatihan Yuli Prasetyawan mengaku berprofesi sebagai nelayan.
 
Biasanya melaut saat pagi hari, melalui Jalur Pantai Glagah. Keikutsertaannya dalam pelatihan dirasa sangat dibutuhkan. Lantaran, kecelakaan saat kerja bisa berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
 
‎"Sangat bermanfaat, karena sekarang bisa tahu kalau berenang itu yang penting ketahanan tubuh," ungkapnya.
 
Baca Juga: Dari Ajudan Bupati ke Content Creator: Perjalanan Pria Asal Bantul, Beni Sasangka Angkat Kuliner Jadul
 
Yuli mengaku, juga mendapat wawasan terkait pertolongan saat melihat kapal nelayan lain tenggelam.
 
Sebagai sesama nelayan, tentu hal ini sangat dibutuhkan. Untuk menyelamatkan nelayan tenggelam, perlu menggunakan alat safety agar penolong tak ikut celaka. (gas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pelatihan #Melaut #Kulon Progo #TPI Karangwuni #Nelayan #Pantai Selatan Kulon Progo #sertifikasi