KULON PROGO - Kasus keracunan yang melanda siswa TK ABA Kasatriyan Kalurahan Giripeni menjadi soroton.
Agar kasusnya tidak terulang kembali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo meminta SPPG bekerjasama dengan laboratorium kesehatan daerah, pastikan makanan aman dan sehat.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Hardiyanto mengungkapkan telah menyambangi SPPG penyedia MBG di Kapanewon Wates, yakni SPPG Ibu Pertiwi.
SPPG yang terletak di Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih tersebut telah menyediakan MBG untuk 35 sekolah.
"Pasca laporan masuk, kami langsung menyambangi SPPG," ucap Nur, Rabu (18/6/2025).
Disdikpora telah mengklarifikasi adanya lauk MBG yang basi tetapi tetap didistribusikan ke sekolah-sekolah, pada Selasa (17/6/2025).
Diketahui, MBG basi disediakan dalam jumlah 2.365 paket untuk 35 sekolah.
Paket MBG sempat didistribusikan sebanyak 546 paket.
Beberapa paket MBG juga ditarik sebelum terdistribusi sekitar 938 paket.
Sedangkan beberapa sekolah yang telah menerima informasi paket MBG basi, dan diminta untuk menunggu pengiriman, lebih memilih membatalkan penerimaan.
Jumlahnya sekitar 881 atau 10 sekolah di Kapanewon Wates.
Berdasarkan pengakuan dari pengelola SPPG, pola waktu memasak lauk menjadi penyebab makanan cepat basi.
Lantaran, memasak mie telah dilakukan sejak pukul 02.00 WIB.
Padahal paket makanan baru disantap paling awal sekitar pukul 09.00 WIB. Akibatnya, lauk mie justru basi sebelum dimakan.
"Sebenarnya hanya satu panci yang basi, tetapi mengkontaminasi satu mobil pengantar," ungkapnya.
Nur mengakui, tindakan SPPG dalam menarik paket MBG perlu diapresiasi.
Lantaran, paket MBG yang basi dan layak konsumsi tidak mudah dibedakan.
Sehingga, jika dikonsumsi bisa saja membuat penerima mengalami keracunan.
Atas kejadian itu, pihaknya meminta agar SPPG bisa melakukan investigasi mendalam.
Selain itu, SPPG bisa bekerjasama dengan laboratorium kesehatan daerah (labkesda) milik Dinas Kesehatan Kulon Progo.
Khususnya dalam pemantauan makanan agar aman dikonsumsi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami mengungkapkan, pihaknya baru menerima informasi keracunan keesokan harinya.
Dinkes langsung menerjunkan personel untuk memeriksa sekolah yang diduga mengalami keracunan.
"Data lengkapnya masih kami proses," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva