KULON PROGO - Batik Songsong Agung Ngambararum resmi gantikan batik khas Kulon Progo, Geblek Renteng.
Bahkan batik tersebut telah didaftarkan hak kekayaan intelektualnya oleh Pemkab Kulon Progo.
Lalu siapakah sosok di balik pembuatan desain Batik Songsong Agung Ngambararum? Yuk simak!
Batik Songsong Agung Ngambararum ternyata di desain oleh putra Kulon Progo.
Yaitu, Bayu Permadi. Pemilik Sembung Batik, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah.
Songsong Agung Ngambararum merupakan batik yang memiliki motif menyerupai gunungan. Kemudian dikembangkan lagi dan diberi aksen motif garda dan lainnya.
Desain motif ini telah dipersiapkan khusus, pasca menyeruak informasi dari media massa, bahwa motif geblek renteng hendak dimusnahkan dari peredaran.
"Dulu ada pemberitaan, jadi sudah mulai desain sejak saat itu," ucap Bayu, saat ditemui Radar Jogja di Rumah Produksi Sembung Batik, Senin (16/6/2025).
Pasca itu Bayu mulai merancang beberapa desain dengan kata kunci gunungan.
Kemudian menyusul informasi bahwa Pemkab Kulon Progo hendak menggelar sayembara desain batik dengan identitas gunungan yang ditonjolkan.
Karena telah mendesain batik jauh-jauh hari, sehingga tiba saatnya sayembara di buka.
Menjadi peluang bagi Bayu menunjukkan kreasinya.
Alhasil, desain batik ciptaannya matang tanpa tergesa-gesa.
"Sudah persiapan siapa tahu diganti, ternyata benar-benar diganti, dulu ada lima desain (yang diajukan sayembara, Red)," ungkapnya.
Rezeki tidak kemana, setelah melalui dewan kurasi bentukan Pemkab, salah satu desainnya pun terpilih.
Dari sekian desain nama batik yang terpilih adalah Songsong Agung Ngambararum.
Bayu menjelaskan, nama batik tersebut menjadi salah satu alternatif.
Akan tetapi, Bayu sebenarnya telah menyiapkan nama yang cocok.
Nama diusulkan paling utama adalah Batik Nata Marga Gapuraning Kartika.
Dalam bahasa jawa memiliki artian, menata jalan untuk meraih bintang.
Harapannya, melalui batik baru dapat membawa Kulon Progo meraih kebaikan.
"Noto Margo Gapuraning Kartiko menyimbolkan tahun berdirinya Kulon Progo yaitu 1951," jelasnya.
Sebagai pencipta, dirinya tak mempermasalahkan nama yang dipilih.
Lantaran, pemilihan telah didasari kurasi oleh ahlinya.
Walaupun, penamaan batik Songsong Agung Ngambararum berpotensi menuai pro kontra dari masyarakat.
Pasti akan mengkaitkan nama batik yang terkesan melekat dengan nama kepemimpinan politik.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menyampaikan,
proses kurasi batik telah dilakukan.
Terdapat 23 peserta yang menjalani kurasi.
Terpilihlah dua motif batik yaitu Songsong Agung Ngambararum dan Binangun Kertoraharjo.
"Sudah melalui kurasi panjang," ungkapnya. (gas)
Usut punya usut, pencipta batik mengaku menyediakan beberapa nama alternatif.
Namun, yang terpilih justru Songsong Agung Ngambararum.
Editor : Meitika Candra Lantiva