KULON PROGO - Kabupaten Kulon Progo resmi memiliki dua batik baru. Yakni Songsong Agung Ngambararum dan Binangun Kertoraharjo. Kedua batik ini akan menggantikan batik di era kepemimpinan Hasto Wardoyo berupa Geblek Renteng.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, batik baru ini merupakan identitas baru bagi Kulon Progo. Tentunya memiliki ciri khas, keindahan, dan nilai budaya tinggi. Batik yang baru diklaim dari motif-motif batik dari karya perajin lokal.
"Batik menjadi identitas Kulon Progo yang akan menjadi kebanggan kita," ucap Agung dalam sambutannya di acara Romansa Pansela Pantai Glagah Jumat (13/6) malam.
Agung menjelaskan, batik yang di-launching akan menjadi entitas baru. Sesegera mungkin akan disosialisasikan ke masyarakat luas. Tujuannya, agar masyarakat memahami batik ini.
Tak lupa, Agung menyinggung penggunaan batik baru. Menurutnya, sosialisasi akan didukung oleh pemkab, dengan cara setiap instansi pemkab mengenakan batik. Batik baru diharapkan menjadi kebanggaan baru bagi Bumi Binangun. "Diawali dari instansi-instansi yang ada di Kulon Progo," tegasnya.
Diketahui, batik Songsong Agung Ngambararum menjadi batik resmi yang akan digunakan untuk area perkantoran. Pemilihan nama Songsong Agung Ngambararum erat kaitannya dengan bahasa Jawa yang jarang digunakan kehidupan sehari-hari. Songsong memiliki arti simbol perlindungan. Agung berarti kemulian. Sedangkan Ngambararum, memiliki makna menyebarkan wewangian. Uniknya, nama baru batik ini ada kata yang menyiratkan sosok bupati Agung dan wakilnya Ambar.
Sementara batik Binangun Kertoraharjo, disebut akan digunakan untuk lingkup sekolah. Memiliki makna tersendiri. Binangun merupakan simbol gunungan yang sejak berdirinya Kulon Progo telah ada. Sedangkan, Kertoraharjo merupakan makna kemakmuran, kedamaian, dan keselamatan. (gas)
Editor : Sevtia Eka Novarita