Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masyarakat Padukuhan Kopat Kulon Progo Ini Punya Cara Unik Bagikan Daging Kurban: Bukan Pakai Plastik, Penyimpanan Lebih Awet dan Segar

Anom Bagaskoro • Jumat, 6 Juni 2025 | 21:39 WIB
ANTUSIAS: Ibu-ibu Padukuhan Kopat Kulon Progo memasukkan daging ke wadah sarangan. Wadah unik dari anyaman daun kelapa. 
ANTUSIAS: Ibu-ibu Padukuhan Kopat Kulon Progo memasukkan daging ke wadah sarangan. Wadah unik dari anyaman daun kelapa. 

KULON PROGO - Masyarakat Padukuhan Kopat, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih mempunyai cara unik membungkus daging kurban, memontum Idul Adha.

Bukan menggunakan plastik ataupun bambu, sebagaimana pada umumnya.

Melainkan menggunakan daun kelapa yang dianyam dan dirangkai menarik.

Warga pun bergotongroyong, membuat wadah mulai dari pengambilan daun kelapa hingga merakitnya menjadi pembungkus.

Wadah pembungkus itu disebut sarangan.

Ketua Panitia Kurban Masjid Al-Ikhlas Saleh Riyadi menyampaikan, membagikan daging kurban dengan cara ini, menjadi bagian dari tradisi di padukuhannya.

Sarangan digunakan sebagai wadah makanan, biasanya digunakan saat kendhuri, ataupun acara hajatan.

"Sudah turun temurun. Sekarang sudah jarang ditemui, maka kami lestarikan di momen Idul Adha," ucap Saleh, saat ditemui Radar Jogja di pelataran Masjid Al-Ikhlas, Jumat (6/6/2025).

Saleh menyampaikan, momen Idul Adha digunakan sebagai pengenalan kembali terhadap wadah sarangan.

Lantaran, sarangan memiliki beragam kegunaan yang diklaim cocok sebagai wadah daging kurban.

Sarangan merupakan wadah yang terbuat dari anyaman daun kelapa dan diikat agar bisa menampung makanan.

Sebagai alas dan tutup sarangan, warga biasanya menggunakan daun pohon jati.

Penggunaan bahan organik itu bukan tanpa alasan.

ANTUSIAS: Ibu-ibu Padukuhan Kopat Kulon Progo memasukkan daging ke wadah sarangan. Wadah unik dari anyaman daun kelapa. 
ANTUSIAS: Ibu-ibu Padukuhan Kopat Kulon Progo memasukkan daging ke wadah sarangan. Wadah unik dari anyaman daun kelapa. 

Wilayah Padukuhan Kopat merupakan salah satu lokasi penghasil buah kelapa. Pohon kelapa banyak ditemui. 

Sehingga dimanfaatkan warga sekitar.

Sedangkan, daun jati banyak ditemui di kebun-kebun warga.

"Ini baru pertama kali, untuk melestarikan dan zero plastic," ucapnya.

Selain tradisi, pihaknya ingin bebas plastik, mengkampanyekan pengurangan sampah plastik.

Utamanya, saat momen kurban bisanya banyak plastik yang menyumbang timbulan sampah.

Jika dengan cara konvensional, Masjid Al-Ikhlas bisa saja menghabiskan seribu plastik untuk pembagian korban.

Mengingat jumlah penerima daging mencapai 300 KK.

Penggunaan sarangan juga diklaim memberikan cita rasa tersendiri.

Wadah plastik membuat daging cepat apek.

Sedangkan, sarangan memberikan bau wangi pada daging dan lebih awet masa penyimpanannya.

KREATIF SEKALIGUS RAMAH LINGKUNGAN: Warga Padukuhan Kopat, Kulon Progo ini memanfaatkan potensi pohon kelapa dengan menyulap daun kelapa menjadi  wadah untuk daging kurban, pengganti kantong plastik.
KREATIF SEKALIGUS RAMAH LINGKUNGAN: Warga Padukuhan Kopat, Kulon Progo ini memanfaatkan potensi pohon kelapa dengan menyulap daun kelapa menjadi wadah untuk daging kurban, pengganti kantong plastik.

Pembuatan wadah sarangan membutuhkan 20 orang.

H-2 Idul Adha warga bergotongroyong mencari bahan-bahan.

Untuk daun kelapa, perlu dibersihkan dan dijemur agar sedikit layu.

Kemudian, bahan-bahan akan dianyam menyerupai bentuk kantong plastik.

Dukuh Kopat Dwi Nandanu mengapresiasi langkah warganya.

Sebagai pamong desa, dirinya cukup banyak mengetahui perihal surat edaran bupati untuk pengurangan sampah plastik.

Utamanya, saat Idul Adha banyak timbulan sampah plastik bekas daging kurban.

"Tentu sangat mengapresiasi, karena sesuai dengan arahan bupati, sekaligus menjaga lingkungan," ungkapnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#daging kurban #Bagikan Daging Kurban #Kulon Progo #kurban #unik #sarangan #segar #awet #idul adha #Padukuhan Kopat #masyarakat #Daun Kelapa