KULON PROGO - Keuletan seseorang bisa tergambar dari jalan hidupnya. Seperti yang dilakukan Mbah Sri Wuhningsih, 70, yang menyisihkan uang bantuan langsung tunai (BLT). Bukan untuk berfoya-foya, tapi ditabung untuk membeli kambing.
Di rumah petak berukuran 30 meter persegi hidup lansia sebatang kara berumur 70 tahun. Tak jauh dari rumahnya, ada kandang sederhana yang terbuat dari bilah bambu yang dirangkai. Di situlah tempat kebanyakan waktu lansia itu dihabiskan.
Pagi memberi makan dan membersihkan kandang, lalu siang berkeliling berjualan dan mencari rumput. Hingga menjelang sore, kembali ke rumah untuk memberikan makan ke ternaknya. Aktivitasnya masih berlanjut pada malam hari, tangan lansia ini membuat kerajinan anyaman tas kertas.
"Ini sudah saya pelihara sejak kecil. Sekarang umurnya tiga tahun lebih," ucap Sri saat ditemui Radar Jogja di kandang kambing dekat rumahnya Rabu (4/6).
Sambil memberi susu dalam botol ke anakan kambing, Sri menjelaskan awal mula menekuni dunia ternak. Tak memiliki penghasilan tetap, ia menabung untuk membeli kambing. Penghasilan rata-rata yang hanya Rp 10 ribu tak memungkinkan membuat usaha ternak kambing. Walaupun hanya kecil kecilan.
Akan tetapi, di tahun 2021 lalu dirinya mendapat uang BLT. BLT yang hanya Rp 600 ribu ia sisihkan 300 ribu untuk membeli anakan kambing. Sisa uangnya untuk kebutuhan sehari-hari.
Anakan kambing dia besarkan berkelamin perempuan. Setelah dipelihara sekitar satu tahun, kambing lantas dikawinkan. Nasib mujur membawa kambing peliharaan pertama melahirkan dua anakan. Dari situlah, setiap tahunnya Sri bisa melakukan ibadah kurban. "Ini sudah kali ketiga melakukan kurban," jelasnya.
Sri menyampaikan, tahun pertama kurban masih jelas terkenang di sanubarinya. Sekitar 2022, ia melepaskan hewan yang dipelihara sejak kecil. Tentu membuat dirinya menangis tersedu-sedu. Bukan tak rela, melainkan karena terharu akhirnya bisa kurban.
Tahun kedua, Sri meniatkan ibadah kurban untuk ibunya. Sedangkan tahun ini disiapkan untuk ayahnya. Lantaran Sri tak memiliki keluarga lagi dan tak memiliki suami ataupun keturunan. Ibadah kurban dilakukan sebagai wujud pengabdiannya ke orang tua.
Baginya, memelihara kambing untuk kurban dengan segala keterbatasannya menjadi kenikmatan tersendiri. Sri menganggap memelihara kambing untuk kurban sebagai ibadah. "Itu kan ibadah, semakin ikhlas semakin banyak pahalanya," ungkapnya. (gas/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita