KULON PROGO - Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kulon Progo masih berlanjut.
Selain pembentukan, operasional koperasi pasca pembentukan juga menjadi perhatian. Paling utama masalah permodalan.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Iffah Mufidati menyampaikan, instansinya memastikan keberlanjutan operasional koperasi merah putih.
Lantaran, pasca pembentukan, setiap koperasi harus berjalan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomer 9 Tahun 2025.
"Pasca pembentukan, itulah tantangan terberat," ucap Iffah, saat ditemui Radar Jogja di Kompleks Pemkab Kulon Progo, Selasa (3/6/2025).
Iffah menyampaikan, pengelolaan koperasi menjadi tantangan besar.
Lantaran, mengelola koperasi mirip dengan mengelola usaha.
Roadmap, bisnis plan, hingga operasional perlu diatur sejelas mungkin.
Terutama koperasi memiliki unsur asas gotong royong di dalamnya.
Untuk mengoptimalkan kinerja koperasi merah putih di Bumi Binangun, pihaknya akan melakukan pembinaan.
Utamanya, agar koperasi dapat beroperasional sebaik mungkin, dan memberikan kesejahteraan masyarakat kalurahan.
Pendampingan berkaitan dengan manajemen internal kalurahan.
Lini bisnis setiap koperasi juga akan mendapat dukungan dari pihaknya untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa.
Selain itu, pendampingan juga diperlukan untuk mendapatkan pinjaman sebagai modal.
"Kami juga akan melakukan pendampingan pada penyusunan proposal pengajuan pinjaman ke Himbara," ujarnya.
Kendati belum ketok palu mengenai sumber utama modal awal koperasi, pihaknya mangaku siap melakukan pendampingan.
Lantaran, proposal pengajuan pinjaman sebagai modal awal harus tersusun secara rigid.
Biasanya proposal akan berkaitan dengan jenis usaha, manajemen keuangan, hingga syarat administratif lain.
Menurut informasi yang diterima pihaknya, koperasi dimungkinkan mendapatkan modal awal melalui pinjaman.
Himpunan bank milik negara (Himbara) menjadi lembaga pemberi pinjaman koperasi, sebagai modal awal.
Optimisme operasional koperasi juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kulon Progo Muhadi.
Pihaknya melaporkan 87 kalurahan dan 1 kelurahan di Kulon Progo telah menggelar muskalsus. Sehingga pembentukan koperasi dipastikan tak terkendala.
"Optimis pembentukan akan selesai akhir Juno," ungkapnya.
Pembentukan yang sesuai terget memastikan operasional koperasi bisa dilakukan di awal.
Sehingga, operasional bisa dilakukan pembenahan secara bertahap. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva