KULON PROGO - Rencana perbaikan Jalan Sermo-Clapar yang sempat tertunda tahun 2024 dipastikan terealisasikan tahun ini.
Perbaikan infrastruktur tersebut merupakan akses utama menuju Objek Wisata Waduk Sermo.
Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Sermo Arde Cahyadi Sukma menyampaikan, perbaikan dijadwalkan di tahun 2025.
Pada 23 Mei lalu, kontrak pekerjaan telah dimulai dengan waktu 120 hari kalender.
"Perbaikan jalan ini, merupakan dampak dari penutupan jalan tubuh bendung waduk," ucap Arde, saat ditemui Radar Jogja di Kantor Dam Monitoring Unit (DMU) Sermo, Selasa (3/6/2025).
Arde menjelaskan, saat ini jalan di atas tubuh bendung masih bisa digunakan masyarakat sekitar.
Tentunya, penggunaan menyesuaikan jam operasional dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB, atau hanya ketika malam hari.
Akan tetapi, jalan tubuh bendung dipastikan ditutup permanen di tahun 2025.
Sehingga, jalan utama akan dialihkan ke Jalan Sermo-Clapar, atau melalui bagian bawah Waduk Sermo.
"Supaya masyarakat aman dan nyaman, jalannya kami perbaiki," ujarnya.
Perbaikan jalan akan menggunakan dana APBN yang disalurkan melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).
Perbaikan akan menelan anggaran Rp 3 miliar, dengan panjang lintasan jalan sekitar 1,3 kilometer.
Titik awal perbaikan akan dimulai di Pertemuan Jalan Pengasih Sermo berlanjut hingga TPR Waduk Sermo.
Tak hanya perbaikan, BBWSSO juga melakukan pelebaran jalan selebar satu meter untuk bahu jalan.
"Bahu jalan setengah meter di kanan dan kiri terbuat dari beton, kemudian badan utama menggunakan aspal," ungkapnya.
Selain perbaikan, pihaknya juga menganggarkan penerangan di kawasan jalan.
Lantaran, berpuluh-puluh tahun, Jalan Sermo-Clapar dalam kondisi gelap gulita.
Sebenarnya, agenda perbaikan Jalan Sermo-Clapar dijadwalkan di tahun 2024 lalu.
Akan tetapi, gagal terealisasi akibat ijin dari Suaka Margasatwa belum dikantongi BBWSSO.
Sehingga, anggaran perbaikan digunakan untuk perbaikan japan lingkar Waduk Sermo.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulon Progo Nurcahyo Budi Wibowo membenarkan perihal penundaan perbaikan infrastruktur tersebut.
Lantaran, ijin penggunaan lahan belum terbit dari pengelola suaka margasatwa.
Sehingga, proses perbaikan tertunda untuk sementara waktu.
Namun, pihaknya menjamin di tahun 2025 perbaikan akan dilakukan.
Sebab, desakan masyarakat mengarah pada kebutuhan jalan yang representatif. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva