Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tumbuhkan Keberanian dan Ekspresi Anak, Pemkab Kulon Progo Gelar Pentas Seni Non Rekognisi: Bakal Digelar Rutin Sebulan Sekali

Anom Bagaskoro • Selasa, 3 Juni 2025 | 22:28 WIB
PENAMPILAN: Siswa TK PAUD menampilkan tarian sederhana dalam pentas. 
PENAMPILAN: Siswa TK PAUD menampilkan tarian sederhana dalam pentas. 

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo sedang gencar melaksanakan program pentas seni non rekognisi.

Pentas yang diikuti siswa PAUD hingga SMP ini, akan rutin digelar setiap satu bulan sekali.

Tujuannya, untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, pentas seni digagas tidak untuk kompetisi dan meraih prestasi.

Sebagaimana pengertian pentas seni non rekognisi.

Merupakan pentas seni yang tidak mendapatkan pengakuan resmi atau sertifikasi dari suatu lembaga atau organisasi tertentu.

Namun, kegiatan ini digelar untuk menumbuhkan dan membentuk karakter anak-anak sedini mungkin.

"Nangis aja boleh tampil, yang penting menumbuhkan keberanian dulu," ucap Agung, saat ditemui Radar Jogja di Balai Kapanewon Pengasih usai meninjau pentas seni, Selasa (3/6/2025).

Ucapan dari orang nomer satu di Kulon Progo ini, bukan tanpa sebab.

Lantaran, saat meninjau pentas di Pengasih, dirinya menemukan anak yang menangis saat menampilkan pertunjukan.

Menurutnya, kondisi itu harus dimaklumi.

Anak tak boleh dimarahi, agar mereka mau berkembang menjadi pemberani.

Agung menjelaskan, pentas non rekognisi akan digelar setiap bulannya, dengan penyelenggaraan di setiap kapanewon.

Nantinya setiap instansi sekolah akan mengirimkan anak didiknya untuk memberikan penampilan.

Penampilan akan dapat dilihat saat pentas seni. Selama pentas seni, tak ada batasan dalam penampilan.

Lantaran, fokus pentas memberikan ruang kreativitas bagi siswa, terlepas penampilannya baik atau buruk.

"Jangan sampai anak-anak hanya bermain gadget, jadi kami menyediakan ruang untuk berekspresi," ungkapnya.

Keberadaan pentas seni merupakan upaya pemkab dalam menurunkan penggunaan gadget di kalangan anak-anak.

Mau tak mau gadget sangat merusak mental anak. Sehingga, fokus perhatian anak perlu dialihkan ke kegiatan positif.

Di sisi lain, kegiatan pentas seni juga menarik perhatian banyak masyarakat.

Banyak orangtua yang selalu memadati lokasi pentas seni. Seperti saat pentas seni di Kapanewon Pengasih.

Ratusan orangtua ikut mendampingi anak-anaknya untuk tampil.

Menampilkan berbagai unjuk karya seni, anak jenjang taman kanak-kanak menampilkan mulai dari tarian hingga nyanyian.

Tentunya, beberapa anak-anak yang tampil sempat mengalami kendala. Terkadang saat penampilan, anak-anak takut hingga menangis.

Baca Juga: Semua Kalurahan di Gunungkidul Sudah Membentuk Kopdes Merah Putih, Modal Usaha Kopdes Merah Putih di Gunungkidul Belum Jelas

Lebih detail, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Wahyudi membenarkan adanya pentas seni non rekognisi.

Menurutnya, pentas dilakukan untuk dapat memantau tumbuh kembang anak.

"Programnya untuk TK PAUD, SD hingga SMP," ujarnya.

Nur menyampaikan, penyelenggaraan pentas telah berjalan sebulan terakhir, di Kapanewon Galur, dan Lendah.

Sedangkan, Kapanewon Pengasih mulai berjalan hari ini, ditandai dengan penampilan 64 kelompok taman bermain PAUD.

Nantinya, program ini akan terus dijalankan. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Bupati Kulon Progo Agung Setyawan #Pentas Seni #Tumbuhkan Keberanian #Disdikpora Kulon Progo #Kulon Progo #ruang kreativitas #Siswa #Pemkab Kulon Progo #Pentas Seni Non Rekognisi #bupati kulon progo #ekspresi anak