KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo tetap menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Minggu (1/6). Padahal sesuai Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 5 Tahun 2025, mengarahkan pemerintah daerah melaksanakan upacara Senin (2/6). Hal ini tertuang di butir 5c, dengan penegasan pelaksanaan upacara maksimal pukul 07.00.
Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono membenarkan adanya surat edaran tersebut. Akan tetapi, pemkab tetap memilih menggelar upacara sesuai jadwal awal. Lantaran, surat edaran BPIP terbaru muncul pada 30 Mei. Sebelumnya, surat arahan upacara memang jatuh pada 1 Juni. Kemudian muncul edaran baru yang mengarahkan pada 2 Juni.
Baca Juga: Gegara Lupa Cabut Charger HP, Rumah Milik Warga Bendungan Wates Dilalap Api
"Kami sudah berembuk dengan Pemda DIY untuk pelaksanaan upacara," ucap Triyono saat ditemui Minggu (1/6).
Pemprov DIY, lanjutnya, memperbolehkan pelaksanaan upacara tak sesuai edaran BPIP. Kabupaten/kota diperbolehkan menyesuaikan pelaksanaannya. Sebagi pedoman, pelaksanaan maksimal dilakukan Senin (2/6) pukul 07.00.
Sementara untuk sekolah jenjang SD hingga SMP di Bumi Binangun, juga melakukan upacara kemarin. Akan tetapi, untuk SMA, mengikuti arah Disdikpora DIY yang akan dilaksanakan Senin.
Selain pelaksanaan, BPIP juga meminta setiap pemerintahan daerah beserta instansi vertikal memasang bendera merah putih selama dua hari. Penurunan bendera juga dilakukan pada Senin (2/6) pukul 14.00 oleh paskibraka.
Pada pelaksanaan upacara, ratusan ASN, instansi kepolisian, dan TNI ikut bergabung. Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko. Dalam sambutannya, Ambar menekankan, Hari Lahir Pancasila bukan sekadar kata-kata. "Peran saat ini, memperkokoh ideologi Pancasila," ujarnya.
Momentum ini diharapkan dapat memantik rasa kepemilikan ideologi bangsa. Lantaran, ideologi merupakan pandangan serta dasar negara. Kemajuan pereokonomian di Indonesia perlu dilandasi atas dasar Pancasila. Sehingga, peran saat ini pemerintah berusaha memperkokoh implementasi ideologi Pancasila. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita