Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sultanat Ground di Gulurejo Menjadi Lokasi Sekolah Rakyat, Perizinan DItargetkan Selesai September

Anom Bagaskoro • Minggu, 1 Juni 2025 | 22:27 WIB

PENINJAUAN: Wakil Bupati Kulon Progo melihat kondisi lahan calon Sekolah Rakyat.
PENINJAUAN: Wakil Bupati Kulon Progo melihat kondisi lahan calon Sekolah Rakyat.
KULON PROGO - Pembangunan sekolah rakyat (SR) akan segera dilakukan.  Lantaran, Pemkab Kulon Progo telah menentukan lokasinya.

Hal ini, ditetapkan atas beberapa kriteria dan hasil survey panjang yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menjelaskan, pihaknya telah melakukan survey di lima lokasi bakal calon.

Dari lima itu, mengerucut menjadi tiga lokasi, dan telah dikonsultasikan ke pemerintah pusat. Kemudian, atas pertimbangan beberapa hal terpilih satu lokasi.

"Lokasinya di wilayah Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah," ucap Ambar, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (1/6).

Ambar menjelaskan, sebelumnya telah melakukan survey di Kapanewon Kokap, Sentolo, Temon, dan Lendah. Setelah berbagai pertimbangan, pemkab memutuskan lokasi sekolah rakyat akan berada di Kapanewon Lendah.

Pemilihan lokasi sekolah rakyat penuh pertimbangan. Lantaran, terdapat dua kriteria yang telah ditentukan pemerintah pusat.

Diantaranya kriteria wajib dan lanjutan. Dari kriteria itu, lahan yang memenuhi syarat adalah lahan di Gulurejo.

Sekolah rakyat di Gulurejo akan menggunakan lahan berstatus Sultanat Ground (SG).

Pihaknya segera meminta izin penggunaan lahan agar sesuai prosedur. Tentunya, semakin cepat pengajuan izin akan mempercepat pembangunan.

"Agustus September target izin sudah selesai, berlanjut ke pembangunan," ungkapnya.

Ambar menjelaskan, pihaknya mengusahakan agar perizinan lahan hingga bangunan dapat diselesaikan.

Sedangkan, urusan pembangunan akan dilakukan pemerintah pusat. Pihaknya hanya menyediakan lahan dan land clearing sebelum pembangunan.

Pemkab berharap agar pembangunan segera dilakukan secepat mungkin. Lantaran, sekolah rakyat merupakan program pemerintah pusat yang menyasar keluarga miskin.

Sebelumnya, Kepala Dinsos PPPA Kulon Progo Bowo Pristianto menjelaskan, sekolah rakyat memiliki sistem boarding school.

Membuat kriteria lahan harus seluas lima hektar, karena untuk pembangunan asrama.

"Untuk anak-anak dari keluarga miskin desil 1," ungkapnya.

Melalui sekolah rakyat, diharapkan anak-anak dapat memutus rantai kemiskinan. Lantaran, dalam sekolah rakyat tak hanya pendidikan formal yang diajarkan.

Akan tetapi, life skill juga diajarkan urntuk menambah keterampilan anak-anak. (gas)

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko #Sultanat Ground #Sekolah Rakyat