KULON PROGO - Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Magelang berpotensi menunda penerbangan di Yogyakarta International Airport (YIA). Lantaran, rombongan kenegaraan akan singgah di YIA.
General Manager YIA Ruly Artha menyampaikan, YIA menjadi salah satu titik pemberangkatan rombongan kenegaraan ke Magelang. Sehingga, terdapat penyesuaian penerbangan reguler YIA.
Baca Juga: Bareng, Presiden Prabowo dan Macron Naik Helikopter dari YIA ke Akmil
"Ada pengaturan traffic reguler, dan sudah kami sampaikan ke maskapai," ucap Ruly Rabu (28/5).
Ruly menjelaskan, maskapai telah melakukan penyesuaian pada jadwal penerbangan. Khususnya di pagi hari sejak pukul 07.00-11.00. Sedangkan, penerbangan sore disesuaikan sejak pukul 15.00-17.00.
Setiap maskapai tetap akan melayani penerbangan. Akan tetapi, di jam landing dan take off pesawat VVIP terdapat jeda penerbangan. Maskapai akan menjadwalkan penerbangan dengan mekanisme expected delay.
Expected delay adalah penundaan penerbangan pesawat yang telah diumumkan sebelumnya. Harapannya, penumpang tak kaget dengan penundaan dan dapat menyesuaikan penerbangan. "Kami juga menyediakan ruang khusus untuk VVIP," ungkapnya.
Sebab telah disiapkan holding room, untuk tempat transit dan istirahat. Kemudian rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Magelang.
Dari YIA menuju Magelang, Presiden Macron akan menggunakan helikopter. Disediakan tujuh helikopter untuk digunakan sebagai kendaraan pengantar. "Untuk jenisnya yang mengetahui hanya TNI AU," ungkapnya.
Selain persiapan itu, YIA juga berbenah dengan memasang umbul-umbul bendera. Sepanjang jalan masuk dan keluar, bendera Negara Perancis dan Indonesia berjajar.
"Sosialisasi juga kami lakukan, baik langsung ataupun melalui media di dalam bandara," ujarnya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Kulon Progo Iptu Sarjoko menyampaikan, sebanyak 200 personel disiapkan untuk pengamanan Kamis (29/5). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya perubahan jadwal. Sehingga personel akan bersiaga mengamankan lalu lintas untuk jalur darat.
Selain itu, personel juga disiagakan di kawasan YIA. Hanya saja, belum ada sterilisasi area. "Wewenangnya ada di TNI AD dan Polda DIY, sehingga kami menunggu arahan," ujarnya. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita