Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hadirkan Kekayaan WBTB dan Kuliner Lewat Pasar Jadul Kulon Progo. Ada Dawet Sambel Hingga Jenang Alot

Anom Bagaskoro • Rabu, 28 Mei 2025 | 22:08 WIB
PENINJAUAN: Sekda Kulon Progo melihat roti kolembeng sebawai warisan budaya. 
PENINJAUAN: Sekda Kulon Progo melihat roti kolembeng sebawai warisan budaya. 

KULON PROGO - Sajian khas Bumi Binangun yang tercantum sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ditampilkan di Pasar Jadul 2025, Rabu (28/5/2025).

Mulai dari Dawet Sambel khas Jatimulyo, dan jenang Alot dapat ditemui di sini.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Eka Pranyata menyampaikan, pasar jadul merupakan saran pengenalan budaya ke masyarakat luas.

Salah satu poin utamnya, budaya berupa WBTB yang telah diakui kementerian kebudayaan.

"Di pasar ini, mulai dari makanan hingga barang-barang yang masuk WBTB dapat ditemui," ucap Eka, saat ditemui Radar Jogja, Rabu (28/5).

Eka menjelaskan, terdapat tujuh kuliner khas Kulon Progo yang masuk dalam WBTB.

Di antaranya, gebleg, growol, dawet sambel, besengek tempe benguk, dan WBTB yang baru disahkan di 2025 ini.

Di tahun 2025 ini, tiga sajian khas disahkan sebagai warisan budaya, di antaranya, jenang alot, kethak Kulon Progo, dan gula kelapa Kokap.

Selain makanan, WBTB yang didapat Kulon Progo juga termasuk adat tradisi.

Adat nawu sendang dari Wijimulyo kini telah menjadi warisan budaya yang telah disahkan.

"Pasar ini memang mempromosikan WBTB, sekaligus memperingatinya," ucapnya.

Eka menyampaikan, pasar jadul merupakan upaya pelestarian warisan budaya.

Lantaran, beberapa warisan kini mulai tak terlihat. Seperti dawet sambel yang hanya bisa ditemui di Jatimulyo.

Ataupun Jenang Alot yang hanya ditemui saat pernikahan di adat masyarakat pedesaan.

Sekitar dua puluh stand umkm berdiri di halaman Taman Budaya Kulon Progo.

Mereka menjajakan sajian warisan budaya yang sulit ditemui saat ini. Salah satu yang menarik adalah Jenang Alot.

Jenang dari tepung beras dan campuran sedikit gula merah ini memiliki tekstur unik.

Seperti namanya, jenang alot memiliki tekstur yang alot.

Bercampur manis gula jawa, dengan potongan tipis-tipis membuat jenang ini cocok sebagai kudapan.

Selain itu, terdapat juga makanan jadul roti Kolembeng, yang produksi berasal dari Kapanewon Lendah.

"Harapannya bisa melestarikan dan memantik ekonomi UMKM," ungkapnya.

Eka menjelaskan, pasar jadul yang hanya digelar selama dua hari ini diharapkan mampu memantik perekonomian.

Lantaran, banyak UMKM yang berjualan makanan hingga barang-barang disini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menegaskan warisan budaya harus dilestarikan.

Dengan pasar jadul diharapkan, masyarakat todak lupa dengan warisan leluhur. Sekaligus mengenalkan warisan itu, ke kaum muda. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kuliner khas Kulon Progo #Kulon Progo #kekayaan #Kuliner #jatimulyo #jenang alot #UMKM #Pasar Jadul Kulon Progo #wbtb