KULON PROGO – Rumah Suyono kembali terkena dampak bencana hidrometeorologi pada musim kemarau basah saat ini.
Bangunan tempat tinggal yang terletak di Padukuhan Sungapan I, Kapanewon Kokap, kembali terkena longsor, pada Minggu (26/5/2025) malam.
Relawan Kebencanaan RAPI Hargotirto Parjiyo mengatakan, bencana longsor ini yang kedua kalinya.
Rumah Suyono diterjang longsor perama kali awal April lalu.
Saat itu, longsor merusak dinding samping rumahnya.
Akan tetapi, bantuan berupa penerjunan alat berat dari BPBD Kulon Progo untuk pembersihan material longsoran belum diterima.
“Akhirnya warga (saat itu, Red) memutuskan patungan menyewa alat berat excavator,” ucap Parjiyo, saat ditemui Radar Jogja, Senin (26/5/2025).
Tak ada penerjunan alat berat oleh BPBD membuat warga sekitar merogoh kocek pribadi.
Bermodal excavator ukuran kecil, rumah milik Suyono mulai dibersihkan dari material longsor.
Pembersihan membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 bulan, mengingat material tanah cukup banyak.
Hampir 90% material berhasil disingkirkan, hujan lebat justru kembali melanda wilayah Hargotirto selama seminggu terakhir.
Dampaknya, longsor susulan kembali terjadi dengan material sepanjang 30 meter dari tebing setinggi 20 meter, Minggu (24/5/2025).
Material longsor susulan tergolong lebih dahsyat dibanding kejadian sebelumnya.
“Sebentar lagi alat berat mau ditarik, tetapi malah ada longsor susulan yang lebih besar,” ujarnya.
Longsor susulan berdampak lebih parah dari kejadian sebelumnya.
Tembok ruang tamu yang sebelumnya hanya retak kini jebol usai tertabrak material longsoran.
Kini, kondisi rumah tak memungkinkan untuk ditinggali.
Suyono terpaksa mengungsi di kediaman keluarganya untuk sementara waktu.
Selain rumah warga, dampak longsor juga mengakibatkan akses jalan desa terputus.
Sekitar 30 rumah terisolir akibat material longsor terdorong hingga jalan desa.
Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu.
Warga terpaksa berjalan kaki untuk menuju pusat pemerintahan kalurahan.
“Harapannya kali ini pemda bisa bantu," tambahnya.
Pemerintah diharapkan turun tangan dengan menerjunkan alat berat untuk membantu proses evakuasi.
Lantaran, keluarga Suyono tak memiliki rumah lainnya, ataupun tanah untuk mendirikan hunian baru.
Sedangkan, longsor di jalan harapannya segera dibersihkan dari material, karena mengganggu masyarakat.
Sebelumnya, Istri Suyono Lestari mengaku sedih dengan keadaan longsor yang tak segera ditangani.
Longsor pertama cukup berdampak bagi keluarganya, yang hanya mengandalkan hidup sebagai penyadap nira kelapa.
“Mohon bantuan dari pemkab, agar ada pembersihan,” ujarnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva