KULON PROGO - Warga Hargotirto, Kapanewon Kokap digegerkan dengan hilangnya Sutinah, 80, di Waduk Sermo pada Sabtu (24/5). Sampai saat ini, lansia tersebut masih belum ditemukan.
Kordinator SAR Sermo Samirin menjelaskan, Sutinah pada awalnya hendak berkunjung ke rumah anaknya. Rumahnya tak jauh dari rumah Sutinah. Akan tetapi, berbatasan dengan sungai. Warga sekitar sempat melihat Sutinah berjalan kaki menuju rumah anaknya sekitar pukul 18.00 pada Sabtu (24/5).
Bukannya sampai di rumah anaknya, Sutinah justru sama sekali tak terlihat batang hidungnya. Setelah dikonfirmasi ke anggota keluarga, Sutinah dinyatakan hilang. Warga lantas melaporkan kejadian itu ke SRI SAR Waduk Sermo.
"Pencarian awal sudah kami lakukan sejak malam pasca-laporan dibantu warga," ucap Samirin Minggu (25/5).
Samirin menyampaikan, pencarian di malam hari tak membuahkan hasil. Membuat tim memutuskan melakukan pencarian di hari selanjutnya. Pada Minggu (25/5), tim SAR Waduk Sermo menemukan jejak hilangnya Sutinah.
Tim SAR yang melacak jejak korban dari rumah Sutinah ke rumah anaknya menemukan sandal jepit. Lokasinya berada di dekat Sungai Menguri. Penemuan itu dikuatkan dengan kesaksian anggota keluarga.
"Setelah kami susuri sungai, kami juga menemukan jarik sore tadi," ujarnya.
Lokasinya juga berdekatan dengan penemuan sandal. Pihaknya lantas melanjutkan pencarian korban di sepanjang Sungai Menguri hingga pertemuan dengan Waduk Sermo. Akan tetapi, hingga kini korban belum ditemukan.
Samirin mengungkapkan, kuat dugaan korban lupa jalan menuju ke rumah anaknya. Lantaran korban memiliki riwayat pikun. Jika dilihat dari jejak yang ditinggalkan, korban diduga menggunakan akses jalan lama.
"Dulu sebelum Jembatan Klalar dibangun, warga menggunakan jalan yang dilalui lansia itu," ungkapnya.
Padahal akses jalan itu tergolong ekstrem. Lantaran penuh batuan dan berada di dekat aliran sungai. Dengan penemuan jejak itu, pencarian akan dilanjutkan besok (26/5). Fokus pencarian di sepanjang Sungai Menguri hingga muara sungai pertemuan dengan Waduk Sermo. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita