Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Kulon Progo Tertinggi DIY, Namun Kegemaran Membaca Rendah. Dispussip Sebut Faktor Geografis Jadi Penyebabnya!

Anom Bagaskoro • Jumat, 23 Mei 2025 | 22:48 WIB
Ilustrasi Gemar Membaca di Kabupaten Kulon Progo.
Ilustrasi Gemar Membaca di Kabupaten Kulon Progo.

KULON PROGO - Tingkat kegemaran membaca warga Bumi Binangun masuk kategori rendah.

Kenyataan ini justru kontradiktif dengan indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kulon Progo Duana Heru menyebut, berdasarkan hasil survei Perpusnas 2024, tingkat kegemaran membaca Kulon Progo hanya di angka 74,55, atau menempati urutan keempat setelah Gunungkidul, Sleman, dan Bantul.

"Cukup rendah, berbanding terbalik dengan skor IPLM," ucap Duana, Jumat (23/5/2025).

Duana menyampaikan, IPLM Kulon Progo menduduki urutan pertama se-DIY.

Skor IPLM Kulon Progo mencapai 96 poin.

Namun, predikat itu tak sebanding dengan tingkat kegemaran membaca yang tergolong rendah.

Secara spesifik, IPLM diukur dengan indikator ketersediaan fasilitas penunjang.

Pemkab Kulon Progo cukup berkomitmen menyediakan fasilitas membaca.

Beragam fasilitas, seperti perpustakaan, perpustakaan keliling, buku hingga tenaga perpustakaan telah diselenggarakan.

Sehingga mendongkrak skor IPLM Kulon Progo menjadi tertinggi di DIY.

Akan tetapi, fasilitas yang disediakan justru tak dimanfaatkan masyarakat. Membuat tingkat kegemaran membaca justru berbanding terbalik dengan IPLM.

"Tidak semua warga bisa mengakses buku, karena faktor geografis," ujarnya.

Duana menyampaikan, rendahnya kegemaran membaca disebabkan geografis Bumi Binangun.

Geografis perbukitan, membuat masyarakat Kulon Progo enggan berkunjung ke perpustakaan.

Walaupun, setiap kalurahan sebenarnya memiliki Perpuskal.

Selain itu, akses menuju Perpusda dirasa memberatkan masyarakat Perbukitan Menoreh.

Lantaran, letaknya terbilang jauh jika warga Utara Kulon Progo hendak berkunjung.

Padahal selama ini, perpusda selalu dipenuhi ratusan pengunjung setiap hari. Utamanya pelajar yang hendak mencari referensi buku.

SOSIALISASI: Dinas Kelautan dan Perikanan merilis buku terbaru. 
SOSIALISASI: Dinas Kelautan dan Perikanan merilis buku terbaru. 

Untuk menggenjot tingkat kegemaran, pihaknya mengupayakan beberapa kegiatan.

Misalnya, bedah buku, hingga mengintesifkan perpustakaan keliling.

Selain itu, perpustakaan juga menggandeng beberapa OPD untuk penerbitan buku khas Kulon Progo.

Salah satunya, buku Jag Kaliku yang digagas Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kulon Progo Wakhid Purwosubiyantoro menjelaskan buku JagaKaliku berisi tentang edukasi dan pengetahuan umum, mengenai potensi perikanan yang ada di Kulon Progo.

"Ada 76 jenis ikan lokal yang dijelaskan dalam buku itu," ungkapnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Dispussip #Kulon Progo #Geografis #Bumi Binangun #Dispussip Kulon Progo #Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat #DIY #kegemaran membaca