Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kemarau Basah di Kulon Progo Sebabkan 18 Titik Bencana dalam Seminggu Terakhir  

Anom Bagaskoro • Jumat, 23 Mei 2025 | 03:42 WIB

 

 

KERJA BAKTI: Warga bergotong royong membersihkan material longsor yang berdampak ke rumah warga.
KERJA BAKTI: Warga bergotong royong membersihkan material longsor yang berdampak ke rumah warga.

 

KULON PROGO - Memasuki musim kemarau, hujan deras justru mengguyur sebagian besar wilayah Kulon Progo.

Fenomena cuaca ini dikenal sebagai kemarau basah, dan telah menyebabkan 18 titik bencana dalam kurun sepekan terakhir.

Plt Kepala BPBD Kulon Progo Heri Darmawan menyampaikan, meski sebelumnya diprediksi masuk musim kemarau pada Mei, pembaruan data dari BMKG menunjukkan adanya potensi kemarau basah di sejumlah wilayah, termasuk DIY. Kemarau basah akan melanda Kabupaten Kulon Progo.

"Potensi kemarau basah akan melanda Kulon Progo, dampaknya sudah mulai terlihat," ucap Heri, Kamis (22/5/2025).

Heri menjelaskan, hujan telah melanda wilayah Bumi Binangun dalam sepekan terakhir.

Kendati masuk kategori hujan sedang, pantauan BPBD menunjukkan adanya dampak. Khususnya di wilayah Perbukitan Menoreh ditemukan titik bencana.

Hasil penilaian, terdapat 18 titik bencana akibat hujan yang melanda. Terbanyak di kawasan perbukitan, berupa bencana longsor sebanyak 11 titik.

Sedangkan, bencana lain juga dirasakan di wilayah dataran rendah, berupa angin kencang. Dampaknya berupa pohon tumbang yang menimpa aset milik warga.

"Intensitasnya tidak tinggi, cenderung ringan hingga sedang," ungkapnya.

Baca Juga: Satu Orang Diamankan Terkait Penemuan Mayat Kepala Sekolah asal Magelang di Petilasan

Hujan yang melanda Bumi Binangun dinilai tak selebat musim hujan hingga berdampak bencana.

Akan tetapi, durasi hujan yang lama membuat bencana dimungkinkan terjadi. Wilayah utara, seringkali merasakan dampaknya, karena faktor geografis.

Selama seminggu terakhir, personel BPBD Kulon Progo telah melakukan penindakan pada titik bencana.

Namun, banyaknya titik membuat penanganan melambat. Pihaknya memastikan agar titik segera selesai ditangani akhir Mei ini.

"Bupati sudah mengeluarkan SK tanggap darurat bencana hidrometeorologi," tegasnya.

Potensi bencana pada kemarau basah perlu diwaspadai, membuat pihaknya mengajukan kembali tanggap darurat.

Bupati Kulon Progo juga telah mengeluarkan SK tanggap darurat untuk menindaklanjuti potensi bencana.

Hal ini diperlukan mengingat, SK tersebut bisa digunakan untuk mengakses biaya tak terduga (BTT) Kebencanaan.

SK tanggap darurat berpotensi diperpanjang, mengingat penyelesaian dampak bencana memerlukan waktu. Selain itu, potensi kemarau basah dimungkinkan terjadi hingga Agustus mendatang. (gas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#BPBD Kulon Progo #hujan deras #bencana hidrometeorologi #fenomena cuaca #kemarau basah