KULON PROGO - Ratusan calon jemaah haji asal Kulon Progo diberangkatkan Rabu (21/5). Selama di Tanah Suci, jemaah haji tahun ini akan melaksanakan haji akbar. Keistimewaan haji di hari-hari tertentu dalam pandangan Islam.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo Wahib Jamil menyampaikan, tahun jemaah haji asal Kulon Progo sejumlah 332 orang. Akan tetapi, dua jemaah menyatakan mundur tak jadi berangkat tahun ini.
"Karena alasan mengurus suami dan sakit," ucap Wahib saat melepas keberangkatan calon jemaah haji di Masjid Agung Kulon Progo Rabu (21/5).
Baca Juga: Datangi Pabrik, Pegawai PT. Mataram Tunggal Garment Berdoa Bersama untuk Rumah Kedua Mereka
Wahib menyampaikan, dua kursi kosong akibat keputusan mengundurkan diri diisi jemaah asal Kabupaten Sleman dan Bantul. Kedua jemaah ini dinyatakan bisa mengikuti ibadah haji dan telah melunasi pembayaran. Sehingga, namanya tercantum dalam kuota cadangan dan bisa diberangkatkan tahun ini.
Haji tahun ini tergolong istimewa. Lantaran, pelaksanaan puncak ibadah haji atau wukuf dilaksanakan di hari Jumat.
"Menurut pandangan Islam hari Jumat adalah hari baik," ujarnya.
Wahib menyampaikan, haji di tahun ini disebut haji akbar. Lantaran, keistimewaan hari pada puncak pelaksanaan haji. Keistimewaan sangat jarang terjadi. Sehingga, jemaah haji diharapkan mampu menjalani setiap rukun haji, dan memanfaatkan waktu untuk beribadah di tanah suci.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, ibadah haji bukan hanya berkaitan dengan rohani dan mental. Akan tetapi, haji juga berkaitan dengan ibadah fisik. Banyak rukun haji yang membutuhkan kekuatan.
"Tetap menjaga kesehatan dan fisik, saling tolong menolong sesama jemaah Kulon Progo," ujarnya. (gas)
Editor : Sevtia Eka Novarita