MEMERIKSA: Herman sedang memandikan Hercules, sapi metal pilihan RI 1 untuk disembelih saat Idhul Adha.
Penyediaan hewan ternak sembelih untuk kurban, khusus orang nomer satu di republik ini tak bisa ditebak.
Bukan sekedar bobot, pemilihan sapi kurban Presiden RI yang dilakukan di Kulon Progo tergolong unik dan penuh pertimbangan.
Siapa sangka, Hercules sapi milik warga Kalurahan Brosot, Kapanewon Lendah ini menjadi satu di antara 8 yang terpilih.
Yuk, simak ceritanya!
ANOM BAGASKORO, Kulon Progo
Di kandang berukuran 30×50 meter berjajar puluhan sapi berukuran jumbo. Setiap sapi itu, pasti memiliki bobot lebih dari setengah ton.
Di balik jajaran sapi, ada seorang pria yang telaten membersihkan kandang.
Sekali-kali tangannya menggosokkan sikat ke badan sapi, khususnya di area kaki.
Tanggannya yang cekatan, membasuh bagian tubuh sapi dengan air mengalir.
Sambil menyeka keringat, dirinya menyambut hangat Radar Jogja yang kala itu mendatangi kandang miliknya.
"Harus bersih kandangnya, sabar dulu ya mas, setelah ini masih menjemur sapi," ucap pria itu, sambil tetap sibuk dengan aktivitasnya, Rabu (21/5/2025).
Sosok pria itu Herman Supranoto,38, peternak sapi jumbo di Padukuhan Bantengan, Kalurahan Brosot.
Bak ketiban durian runtuh, tahun ini, sapi miliknya dipesan Presiden RI Prabowo Subianto.
Sapi itu, nantinya akan disembelih sebagai hewan ternak bantuan presiden (Banpres).
Dari 8 banpres di DIY, sapi miliknya justru terpilih.
Sebagai pemilik yang merawat sapi, Herman sama sekali tak menyangka hal itu.
Lantaran, dari sekian banyak sapi jumbo miliknya, sapi pilihan preaiden justru terlihat tak mentereng.
"Ini namanya Hercules, saya namai seperti itu karena badannya mirip hercules dalam animasi," ujarnya.
Herman menyampaikan, terpilihnya Hercules sebagai sapi presiden diawali saat kunjungan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo ke kandangnya.
Saat itu, kandangnya telah dipenuhi sapi berukuran jumbo.
Sebagai peternak sapi, sekaligus fokus pada penggemukan, kebanyakan sapi milknya memiliki bobot di atas setengah ton.
Untuk sapi umur satu tahun saja, sudah berbobot di atas 300 kilogram.
Saat kunjungan dari dinas, pihaknya sama sekali tak tahu menahu perihal sapi banpres.
Lantaran, dari dinas sama sekali tak menyampaikan apapun.
Baginya, dinas hanya mencari sapi berukuran besar dan sesuai syarat korban.
"Langsung saya tawarkan dua sapi berbobot 1,1 ton, pokoknya paling berisi dan bagus," ujarnya.
Dua sapi berukuran lebih dari satu ton itu, dihargai Rp 150 juta hingga 200 juta.
Harga tinggi itu melihat bobot dan kualitas sapi yang merupakan maskot dari peternakannya.
Tak puas dengan sapi itu, pihak dinas justru mencari sapi lain.
Tepat di samping dua sapi maskot, terdapat sapi berjenis simetal bernama Hercules.
Sapi berumur dua tahun ini, telah dirawat dan digemukkan selama setahun justru menarik perhatian.
Dinas justru memilih sapi tersebut yang telah dibandrol Rp 80 juta.
"Rencana itu buat pengganti maskot, tetapi malah dibeli dinas," ujarnya.
Hercules yang berbobot 820 kilogram itu, sejatinya belum akan dijual.
Lantaran, akan digemukkan dan dijadikan sebagai maskot pengganti.
Umurnya yang masih muda, lebih baik dibesarkan kembali untuk dijual Idul Adha tahun depan.
Akan tetapi, justru sapi Hercules yang terpilih.
Bukan hanya pertimbangan harga diangka Rp 80 juta, dan bobot minimal 800 kilogram, sapi Hercules bisa terpilih karena beberapa faktor.
Pertimbangnnya adalah bentuk tubuh yang dirasa ideal, baik dari kaki hingga otot tubuh.
Walaupun kedua sapi maskot sehat, dinas juga memperhatikan kriteria lain.
"Awal tahunya karena harga, tetapi ternyata banyak pertimbangan," tegasnya.
Herman menjelaskan, dirinya merasa bersyukur atas terpilihnya Hercules.
Tak tanggung-tanggung, Hercules yang telah mendapatkan perwatan khusus terus mendapat perawatan intens.
Jamu penambah nafsu makan dan kesehatan juga terus digelontor.
Untuk mengamankan sapi milik presiden, dirinya bahkan meniapkan CCTV pemantau.
Selain itu, untuk mencegah tertular penyakit Hercules mendapat perawatan khusus.
Seperti penjemuran, pemandian, dan pemberian pakan yang berimbang.
"Sudah dipercaya, jadi harus memberikan hal yang optimal" pungkasnya. (gas)