KULON PROGO - Siswa SMKN 2 Pengasih yang tergabung dalam grup teater menggelar pementasan teater.
Pementasan didorong atas kegelisahan terhadap isu diskriminasi dan penghakiman sepihak.
Pimpinan Produksi Pementasan Aditya Alfiansiah menyampaikan, pementasan bertajuk, "Aku Ora Mateni Sopo-Sopo" menyenggol isu sosial.
Terutama di era media sosial, banyak diskriminasi dan penghakiman sepihak yang bersliweran.
"Pementasan kami ini menjadi pengingat akan bahaya laten diskriminasi dan penghakiman sepihak dalam masyarakat," ucap Aditya, Senin (19/5/2025).
Aditya menjelaskan, drama yang disampaikan mengangkat isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Berlatar tempat di Kulon Progo, drama ini mengangkat cerita soal penemuan bayi segar yang meninggal dunia di pinggir Umbul Clereng.
Warga menunding bahwa pembunuh dari bayi tersebut adalah Sum, yang tidak lain dan tidak bukan merupakan ibu dari si bayi tersebut yang notabene seorang perempuan gila.
Namun, tuduhan itu dibantah oleh Mbah Darmi yang membantu kelahiran sang bayi tersebut.
Meski begitu, kegaduhan dari warga tidak dapat dibendung, bahkan kekacauan ini merembet ke berbagai persoalan.
Seperti catatan buruk keluarga Sum, gosip asmara Lurah dengan Sum, dan tudingan terhadap Carik, dan bahkan soal mistik.
Sehingga Sum yang merupakan ibu dari sang bayi malah mendapat diskriminasi dan perlakuan yang tidak benar dari masyarakat.
"Pesan yang ingin kami sampaikan, agar masyarakat menghindari perilaku diskriminasi dan penghakiman," ujarnya.
Menurutnya, isu tersebut sering ditemui akhir-akhir ini.
Khususnya di media sosial, banyak pengguna medsos yang berbondong-bondong menghakimi secara sepihak terhadap kasus yang belum jelas juntrungannya atau duduk persoalannya.
Sementara itu, Kepala sekolah SMKN 2 Pengasih Sumarno mengaku sangat bangga dengan hasil karya dari para siswa-siswinya.
Sebab menurutnya pihak sekolah sudah sangat memahami dan menyadari bahwa para siswa ataupun siswi mempunyai potensi yang dapat dikembangkan.
"Pementasan ini merupakan agenda tahunan sekolah kami, dan kali ini saya lihat semakin baik," katanya.
Ke depan Sumarno sendiri sangat berharap agar kegiatan ekstrakurikuler teater ini menjadi sebuah alternatif bagi para siswa dan sisinya untuk melanjutkan hidup di masa depan.
"Bisa saja, besok kami akan lihat aktor kondang alumni sini, atau pekerja seni bagian lain," tegasnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva