KULON PROGO - Kepemimpinan Agung-Ambar dalam menahkodai pemerintahan Kulon Progo berkomitmen untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik.
Komitmen ini menjadi salah satu pilar utama kepemimpuinan Agung Setyawan dan Wakil Bupati Ambar Purwoko dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Wakil Bupati Ambar Purwoko menyampaikan, keterbukaan informasi publik menjadi bagian tak terpisahkan dari arah pembangunan di Bumi Binangun.
Hal itu kembali ditegaskannya saat menghadiri kegiatan Safari Jumat di Masjid Puro Pakulaman, Padukuhan Girigondo, Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Jumat (16/5/2025).
"Pak Bupati dan saya sudah berkomitmen dengan keterbukaan informasi publik," ucap Ambar, pada sambutannya di Safari Jumat, Jumat (16/5/2025).
Menurutnya, komitmen keterbukaan informasi publik sangat diperlukan.
Melalui informasi yang terbuka, masyarakat dapat mengetahui rencana, kebijakan, dan program pemerintah, bahkan ikut terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Sehingga, masyarakat tak hanya sebagai objek atas kebijakan, tetapi juga menjadi subjek dari kebijakan.
Keterbukaan informasi publik juga menjadi indikator penyelenggaraan pemerintah yang baik.
Pasalnya, roda pemerintahan dapat transparan, akuntabel, dan responsif. Tentunya penyelenggaran yang transparan, dapat mencegah tindak korupsi ataupun penyelewengan kekuasaan.
"Mari membangun Kulon Progo, apapun kritik saran dan keluhan silakan sampaikan ke kami," ujarnya.
Selain pemerintahan yang terbuka, Pemkab Kulon Progo juga terbuka atas kritik, saran, dan keluhan dari masyarakat.
Kritik merupakan bentuk cambukan atas kinerja daerah dalam melayani masyarakat. Sehingga, masyarakat dapat memberikan kritikan apapun ke pemkab.
Kritikan ataupun masukan dapat disampaikan secara langsung ataupun melalui jejaring media sosial.
Ambar menyampaikan, bupati dan wabup Kulon Progo memiliki jejaring media sosial Instagram. Di antaranya, @agungsetyawan.kp dan @ambarpurwoko.kp. "Tidak perlu ragu ataupun taku, sampaikan saja," ungkapnya.
Ambar menyampaikan, keterbukaan informasi akan terus disosialisasikan ke masyarakat.
Utamanya saat bertemu dengan masyarakat secara langsung. Salah satu kegiatannya, adalah Safari Jumat yang nantinya akan digelar selama 40 kali pada 2025 ini.
Safari Jumat juga memperkuat silaturahmi. Tak sampai situ, setiap Safari Jumat pemkab dan Baznas menggelontorkan bantuan ke masjid.
Baca Juga: Puluhan Bisnis Kreatif Bertemu Investor di GIK UGM, Investor Asing Lirik Usaha Kuliner Premium Jogja
Sebelumnya, perihal keterbukaan informasi publik juga ditegaskan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan. Tak tanggung-tanggung, setiap OPD diminta mengoptimalkan website dan media sosial.
"Keterbukaan informasi publik sangat penting, berkaitan dengan kinerja kami," ujarnya.
Agung menjelaskan, melalui keterbukaan informasi masyarakat dapat menilai kinerja pemerintah.
Secara tidak langsung, setiap kegiatan akan dipantau oleh masyarakat. Sehingga, kritik dan saran akan didapat sebagai timbal baliknya. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita