Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Okupansi Lesu, PHRI Kulon Progo Sebut Ada Hotel Merumahkan Karyawannya

Anom Bagaskoro • Kamis, 15 Mei 2025 | 00:43 WIB
AKTIVITAS: Salah satu hotel berbintang di Jalan Nasional sebelum Bandara YIA. 
AKTIVITAS: Salah satu hotel berbintang di Jalan Nasional sebelum Bandara YIA. 

KULON PROGO - Industri perhotelan tengah menjadi soroton.

Lantaran, okupansinya terus mengalami penurunan setelah libur lebaran.

Dampaknya terasa dengan ditandai beberapa hotel yang merumahkan karyawan dan pegawai mereka.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo Sumantoyo membenarkan perihal itu.

Beberapa hotel terlapor telah melakukan efisiensi operasional. Lantaran, tingkat okupansi dinilai merugikan perusahaan jika tetap bwroperasional seperti biasanya.

"Kami masih melakukan pendataan, tetapi hampir semua hotel di Kulon Progo telah melakukan pengurangan dan merumahkan," ucap Sumantoyo, saat dihubungi Radar Jogja, Rabu (14/5/2025).

Bentuk pengoptimalan operasional hotel dilakukan dengan dua cara, yaitu pengurangan jumlah tenaga kerja, dan merumahkan tenaga kerja.

Di Kulon Progo pengurangan terjadi pada karyawan kontrak, yang telah habis masa kerjanya. Sedangkan, karyawan honorer dirumahkan tanpa mendapat gaji.

Pengurangan jumlah tenaga kerja juga terjadi di seluruh wilayah DIY.

Laporan PHRI DIY menunjukkan adanya ribuan karyawan hotel yang dirumahkan. Kejadian ini berkaitan dengan okupansi hotel yang turun drastis.

"Okupansinya memang sempat naik saat waisak, tetapi belum cukup untuk menutup biaya operasional," ungkapnya.

Banyak hotel dan restoran yang memutuskan merumahkan pegawainya akibat proyeksi lesunya industri perhotelan.

Di awal tahun 2025, okupansi diawalai dengan kelesuan.

Akibatnya, beban operasional membengkak, dan harus segara ditutupi. Akan tetapi momentum libur panjang tak membuat pulih manajemen hotel.

Pengurangan tenaga kerja dianggap tak disikapi Pemkab Kulon Progo.

Lantaran, pihaknya menilai tak ada upaya khusus, padahal berkaitan dengan tenaga kerja yang dirumahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulon Progo Bambang Sutrisno menyampaikan pihaknya belum mengetahui hal itu.

Pasalnya, belum ada laporan yang masuk tentang pengurangan tenaga kerja di hotel-hotel Kulon Progo.

"Kami belum menerima, akan kami pastikan segera ke lapangan," singkatnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Hotel Merumahkan Karyawan #Okupansi Lesu #Kulon Progo #phri diy #PHRI Kulon Progo #Hotel #tenaga kerja #industri perhotelan #Disnaker Kulon Progo