Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Retribusi Naik, Pedagang Eks Pasar Burung Gawok Hanya Terima Permintaan Maaf dari BKAD Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Kamis, 8 Mei 2025 | 03:45 WIB

 

 

WADUL: Paguyuban Pasar Burung Gowok saat mengeluhkan tingginya retribusi ke DPRD Kulon Progo Rabu (7/5).
WADUL: Paguyuban Pasar Burung Gowok saat mengeluhkan tingginya retribusi ke DPRD Kulon Progo Rabu (7/5).
 

KULON PROGO - Relokasi pedagang Pasar Burung Gawok ke Pasar Hewan Terpadu Pengasih tak berdampak besar. Justru pedagang merasakan sepinya pembeli yang berujung penurunan omzet. Kondisi diperparah dengan tingginya retribusi pasar.

Setiap harinya, para pedangang pindahan dari belakang Terminal Wates itu dibebankan biaya Rp 9 ribu. Sedangkan pendapatan hanya puluhan ribu rupiah. Berbeda jauh saat mereka berada di Pasar Burung Gowok. Uang yang dikantongi tiap pedagang bisa mencapai Rp 500 ribu.

 Baca Juga: Keluarga Kenang Korban Meninggal Kecelakaan Kalijambe, Mimpi Kakak Korban Meninggal hingga Ada Kicauan Burung Dekat Rumah

"Pasar (sekarang, Red) ndelik jauh dari keramaian, pengunjung sepi, omzet juga turun," keluh perwakilan Paguyuban Pedagang Pasar Burung Muhammad Alaianto saat ditemui Radar Jogja Rabu (7/5).

Alaianto mengaku, dipindahnya pedagang dari pasar lama sebenarnya tak menimbulkan gejolak. Lantaran, pemindahan merupakan program Pemkab Kulon Progo pada 2020.

 Baca Juga: Cek Jadwalnya! Jogja Tuan Rumah Final Proliga 2025, Pengda PBVSI DIY: Ini Motivasi Besar bagi Atlet Lokal

Saat itu, penjualan di pasar baru akan semakin meningkat. Namun harapan itu sirna. Lokasi yang jauh dari angkutan umum dan tidak adanya infrastruktur penunjang, tak menarik minat pengunjung datang.

Duka mendalam semakin dirasakan pedagang saat retribusi dinaikkan hampir 120 persen. Dia pun mencontohkan kondisi pedagang pakan ternak. Agar bisa membayar retribusi, setidaknya pedagang harus menjual 18 kilogram. Dengan keuntungan per kilogramnya adalah Rp 500.

"Bisa jual 10 kilogram itu sudah sangat bersyukur, karena memang susah untuk jual di sana," lontarnya.

 Baca Juga: Kecelakaan Maut di Kalijambe, Korban Luka di RS Islam Purworejo Berangsur Membaik, Sudah Bisa Diajak Ngobrol

Kepala BKAD Kulon Progo Taufik Amrullah tak menampik kondisi retribusi yang dirasa membebani pedagang. Dia pun hanya bisa memohon maaf atas penentuan retribusi yang dinilai terlalu tinggi. "Ini murni kesalahan kami, seharusnya perbup untuk meringankan retribusi segera dibuat 2024 lalu," ungkapnya.

 

Saat itu, pemkab sebenarnya telah melakukan kajian dari penerapan retribusi. Namun, pembuatan perbup untuk penyesuaian retribusi tak segera dilakukan. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pengasih #Terminal Wates #Pasar Burung Gawok #DPRD Kulon Progo #Relokasi #Paguyuban Pedagang Pasar Burung #Pasar Hewan Terpadu #pedagang #Pakan #retribusi #BKAD Kulon Progo #omzet